Konten dari Pengguna

Darurat Food Waste di Rumah Sakit : Saatnya Mengelola Sampah Sisa Makanan

Ari Nurlaeli

Ari Nurlaeli

Mahasiswa Prodi MARS Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ari Nurlaeli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kita membayangkan, di balik pelayanan kesehatan yang menyelamatkan ribuan nyawa setiap hari, rumah sakit justru menyumbang limbah makanan dalam jumlah besar? Fenomena food waste di rumah sakit kini menjadi perhatian, tak hanya karena soal etika, tapi juga dampaknya terhadap lingkungan dan anggaran pelayanan kesehatan itu sendiri.

Menurut data wawancara dengan staf unit gizi di beberap rumah sakit di Jawa Tengah, ternyata masih di dapatkan limbah makanan yang dihasilkan di angka antara 30% hingga 50% dari total makanan yang disajikan. Angka yang cukup mengejutkan, mengingat rumah sakit adalah tempat di mana gizi pasien harus dijaga ketat.

Penyebab Utama Food Waste di Rumah Sakit

Kegiatan Proses Pemorsian Makanan di Instalasi Gisi RS PKU Muhammadiyah Gamping. Kredit foto : Rozi / Kepala instalasi gizi.

Ada beberapa faktor yang memicu tingginya limbah makanan yang dihasilkan dari diit pasien yang tidak habis, antara lain :

  1. Menu yang kurang sesuai dengan selera atau kondisi pasien

  2. Cita rasa yang yang kurang sesuai / dirasa hambar

  3. Cara penyajianya kurang menarik

  4. Porsi makanan yang terlalu besar

  5. Perubahan mendadak kondisi pasien (misal: harus puasa sebelum tindakan medis)

  6. Pasien pulang saat mendekati jam distribusi makanan

Solusi Mengelola Food Waste di Rumah Sakit

  • Menu Fleksibel: Menyediakan pilihan menu yang bisa disesuaikan dengan selera pasien.

  • Porsi Sesuai Kebutuhan: Menghitung takaran makanan berdasarkan kebutuhan gizi yang tepat.

  • Sistem Pre-Order: Pasien memilih menu beberapa jam sebelum waktu makan, sehingga harapannya dapat mengurangi makanan yang terbuang.

  • Pelatihan Staff: Pelatihan terkait variasi menu, cita rasa dan cara plating makanan supaya menarik.

  • Pemanfaatan Limbah: Mengubah sisa makanan yang aman menjadi kompos, pakan ternak, atau sumber energi biogas.

Menu Pasien VIP RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Kredit : Ari Nurlaeli/perawat.

Terlepas dari upaya kita untuk mengelola limbah sisa makanan pasien, lalu timbul pertanyaan terkait pakah limbah rumah sakit aman untuk didaur ulang? Nah mari kita bahas berikutnya.

Sebelum limbah makanan rumah sakit dimanfaatkan, perlu dipahami bahwa tidak semua limbah bisa langsung didaur ulang. Limbah dari ruang perawatan pasien, terutama dari pasien yang terinfeksi penyakit menular, masuk kategori limbah medis berbahaya yang harus dimusnahkan sesuai aturan.

Yang dapat dimanfaatkan biasanya adalah limbah dari:

  • Dapur dan kantin rumah sakit yang tidak kontak langsung dengan pasien

  • Sisa makanan dari staf dan katering internal yang masih dalam kondisi aman

Dan semua limbah tersebut tentunya tetap harus melalui treatment terlebih dahulu, seperti:

  • Pemisahan limbah infeksius dan non-infeksius

  • Sterilisasi melalui pemanasan tinggi atau proses fermentasi untuk membunuh kuman

  • Proses anaerobik untuk pengolahan menjadi biogas, yang secara alami menonaktifkan mikroorganisme berbahaya

Mengelola food waste bukan hanya soal efisiensi, tapi bagian dari komitmen rumah sakit untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh bagi pasien, masyarakat, dan bumi kita.