Konten dari Pengguna

Potret Fasilitas Kesehatan di Luar Negeri

Ari Nurlaeli

Ari Nurlaeli

Mahasiswa Prodi MARS Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ari Nurlaeli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berkesempatan menjejakkan kaki di Medipol Mega Hospital University, Istanbul, Turki, salah satu rumah sakit pendidikan modern berskala internasional. Kunjungan ini menjadi bagian dari program residensi internasional yang bertujuan membuka wawasan mahasiswa tentang sistem kesehatan global.

Foto bersama mahasiswa dengan Manajemen Medipol di Lobi Medipol Hospital. Kredit foto " Ferian/Tour Leader
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama mahasiswa dengan Manajemen Medipol di Lobi Medipol Hospital. Kredit foto " Ferian/Tour Leader

Medipol Mega bukan sekadar rumah sakit rujukan, tetapi juga pusat pendidikan kedokteran dengan fasilitas lengkap. Rumah sakit ini memiliki lebih dari 500 tempat tidur dengan unit layanan unggulan seperti bedah saraf, kardiologi, onkologi, urologi, hingga pusat fertilitas. Selain itu, terdapat medical tourism center yang melayani pasien dari berbagai negara, dilengkapi layanan multibahasa untuk memudahkan komunikasi.

Salah satu gedung Medipol Mega Hospital University. Kredit foto : Ari / mahasiswa

Selain unggul dalam digitalisasi, Medipol Mega University juga dikenal dengan penggunaan peralatan medis tercanggih, mulai dari MRI 3 Tesla, PET-CT, hingga sistem bedah robotik yang jarang dimiliki rumah sakit di Asia. Hal ini bukan hanya meningkatkan akurasi diagnosis dan keberhasilan terapi, tetapi juga menunjukkan standar internasional yang bisa jadi inspirasi bagi rumah sakit di Indonesia.

Hal menarik lainnya adalah konsep patient-centered care yang sangat terasa, mulai dari desain tata ruang yang nyaman, keramahan tenaga medis, hingga perhatian terhadap keluarga pasien. Medipol Mega juga sukses menggabungkan sentuhan budaya Turki dengan standar layanan internasional, sehingga pasien global tetap merasakan kehangatan lokal.

Kamar rawat inap pasien. kredit foto : Ari / mahasiswa

Bagi mahasiswa MARS UMY, residensi ini memberi banyak pelajaran berharga yaitu pentingnya integrasi pendidikan dengan pelayanan, percepatan digitalisasi di rumah sakit Indonesia, serta bagaimana menghadirkan kenyamanan pasien sebagai bagian dari terapi.