Pelatihan Batik di Lapas Banyuasin, Buka Peluang Baru bagi Warga Binaan

Tunas Pengayoman Lapas Kelas IIA Banyuasin
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari LAPAS BANYUASIN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

BANYUASIN – Suasana semangat terpancar di ruang bimbingan kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin pada Kamis (25/09/2025). Puluhan warga binaan tampak serius mengikuti pelatihan membatik dan membuat kain jumputan yang digelar sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Dalam kegiatan ini, Lapas Banyuasin menghadirkan instruktur dari Galeri Wong Kito yang memberikan materi mulai dari dasar-dasar desain motif, teknik pewarnaan, hingga praktik langsung membatik dan menjumput kain.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menegaskan pentingnya pembekalan keterampilan bagi warga binaan. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya memberi pengalaman baru, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk berwirausaha setelah bebas.
“Setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk berubah. Melalui pembinaan ini, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan yang dapat menjadi modal hidup mandiri, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas,” ujar Tetra.
Instruktur pelatihan, Anggi Fitrilia, yang mengantongi sertifikat BNSP Batik dan Pewarnaan Alami, turut mengapresiasi semangat warga binaan. “Mereka cepat beradaptasi dengan materi yang diberikan. Mulai dari menggambar pola hingga proses pewarnaan, antusiasmenya luar biasa. Potensi ini bisa berkembang menjadi keterampilan bernilai ekonomi,” jelasnya.
Pelatihan ini pun disambut positif oleh warga binaan. Mereka terlihat antusias menorehkan pola di atas kain dan mencoba teknik pewarnaan dengan penuh ketekunan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi jalan baru untuk berkarya sekaligus menata masa depan yang lebih baik.
