Konten dari Pengguna

Publik Berhak Mengenal Pembinaan di Lapas, Meski Tertutup Dominasi Isu Negatif

Suasana narapidana Lapas Kendari belajar membaca Iqra. Sumber: Tim Humas Lapas Kendari 2026.
zoom-in-whitePerbesar
Suasana narapidana Lapas Kendari belajar membaca Iqra. Sumber: Tim Humas Lapas Kendari 2026.

Publik sebenarnya tak lagi asing dengan istilah bad news is a good news, semua kalangan terus menikmatinya meski berbeda frasa. Apalagi di ruang digital begitu cepat informasi mengalir, arusnya mengalahkan popularitas berita positif.

Seperti kejadian belakangan ini tentang Lembaga Pemasyarakatan yang terus bertahan di tengah gempuran kabar buruk. Publik ramai-ramai menghakimi Pemasyarakatan sebagai institusi yang gagal menyerap nilai-nilai integritas.

Persoalan utama terletak pada sebuah fenomena yang membuat berita buruk lebih cepat viral dan kerap menjadi perhatian publik dibanding dengan cerita tentang keberhasilan pembinaan di dalam Lapas.

Terlepas dari tren media tersebut, para insan Pemasyarakatan juga tetap bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya, tanpa peduli dengan gelombang sensasi yang seolah mengintimidasi, dibuktikan dengan hasil kerja yang konsisten menyelenggarakan pembinaan efektif bagi warga binaan.

Sayangnya, publik lebih tertarik pada setitik kesalahan ketimbang proses pembinaan yang diupayakan. Isu negatif selalu lebih renyah untuk 'digoreng' dan disajikan, meninggalkan remah-remah persepsi buruk yang terus dikonsumsi masyarakat.

Tantangan yang dihadapi jajaran pemasyarakatan kemudian berkembang lebih kompleks, disatu sisi tertantang untuk terus mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan pada sisi lainnya berjuang untuk meluruskan stigma negatif melalui capaian kinerja, aksi kepedulian sosial serta pemenuhan hak dasar warga binaan yang turut dipublikasikan dengan harapan dapat memenuhi beranda pengguna media digital tentang kabar positif dari Lapas.

Hal tersebut dilakukan bukan untuk menutupi celah kekurangan tetapi lebih tepat dalam rangka menghadirkan sudut pandang yang seimbang tentang cerita dari dalam Lapas.

Maka dari itu publik tetap berhak mendapatkan informasi yang berimbang dan mengenal lebih dekat proses pembinaan yang diselenggarakan Lapas sebagai bentuk keterbukaan dan transparansi.