Usai Jalani Fase Detox, Napi Lapas Kendari Siap Jalani Program Rehabsos

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendari sebagai unit pelaksana teknis di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM RI yang menjalankan fungsi Pemasyarakatan berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas.
Konten dari Pengguna
28 Februari 2023 20:53
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Lapas Kendari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Napi Lapas Kendari peserta Rehabilitasi Sosial jalani masa detoxifikasi. Foto: Farid.
zoom-in-whitePerbesar
Napi Lapas Kendari peserta Rehabilitasi Sosial jalani masa detoxifikasi. Foto: Farid.
Sebanyak 60 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari selesai menjalani fase Detox pada kegiatan Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Pecandu dan Penyalahguna Narkotika dengan Modalitas Therapeutic Community (TC) yang diselenggarakan oleh Lapas Kendari pada hari Selasa (28/02)
Selama kurang lebih 1 bulan para Residen (Sebutan bagi WBP yang mengikuti kegiatan Rehabsos) menjalani fase Detox atau yang dikenal dengan fase pemutusan zat yang dilaksanakan dalam bentuk pengenalan program dengan cara memutus akses residen untuk berinteraksi secara langsung kepada sesama WBP maupun dengan petugas yang tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan Rehabsos.
Salah satu Konselor Internal, Muh. Ridwan Adnan menjelaskan bahwa selama kurang lebih 1 bulan para residen diisolir dalam blok khusus dan tidak diperkenankan untuk keluar blok dalam urusan apapun kecuali yang sifatnya urgen. "Jadi mereka ini kita isolir agar memutus interaksi antar sesama WBP sehingga mereka bisa fokus dalam kegiatan detox atau pemutusan zat dengan belajar membangun budaya TC serta memahami program rehabsos yang dijalankan oleh Lapas Kendari" ucap Ridwan
Ditambahkan lagi oleh Ridwan "untuk memastikan fase detox ini berjalan dengan baik, secara rutin kita lakukan test urine kepada residen, yang kita ambil secara acak paling tidak satu minggu sekali. Di fase detox juga ini mereka tidak hanya melaksanakan kegiatan untuk pemutusan zat, tetapi juga mereka juga mendapatkan pembelajaran mengenai pentingnya rasa peduli dengan keluarganya, cara mengelola emosi, serta prilaku bersih dan sehat" tambah Ridwan
Tidak hanya itu, Petugas Rehabsos yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) dan diketuai oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Bimnadik) berkomitmen untuk menjalankan program Rehabsos tahun 2023 ini dengan semaksimal mungkin dan memenuhi target tidak hanya kuantitas tetapi juga kualitasi layanan rehabsos itu sendiri.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat) Safaruddin yang juga bertindak sebagai Program Manager dalam kegiatan Rehabsos Lapas Kendari mengaku akan maksimal dalam melaksanakan program serta tetap melakukan pengawasan, monitoring dan evaluasi dan memastikan program berjalan sesuai dengan standar yang sudah disepakati. "Saya dan semua anggota Pokja serta seluruh petugas Lapas Kendari wajib untuk memiliki komitment dalam melaksanakan program ini secara maksimal karena ini merupakan program pemerintah yang tujuannya mulia yaitu memutus rantai penyalahgunaan Narkotika dan menyelamatkan generasi muda dari jeratan Narkotika" tutur Safaruddin.
Setelah melewati masa ini, para residen kemudian akan memasuki fase selanjutnya yaitu program inti, dimana dalam fase ini residen akan melaksanakan kegiatan harian yang teratur terukur dan terdokumentasi, mendapatkan konseling dari konselor serta kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mengubah perilaku atau kebiasaan pecandu menjadi kebiasaan yang lebih positif lagi.
Napi Lapas Kendari peserta Rehabilitasi Sosial lakukan kegiatan morning meeting usai jalani fase detoxifikasi. Foto: Farid.
zoom-in-whitePerbesar
Napi Lapas Kendari peserta Rehabilitasi Sosial lakukan kegiatan morning meeting usai jalani fase detoxifikasi. Foto: Farid.
Dalam fase selanjutnya ini juga akan dimasukan sesi-sesi terapi yang dianggap efektif dalam perubahan perilaku seperti sesi religi, family Support Group, static group dan lain sebaginya. (fr)