Lapas Klaten Nyate Bareng Dengan Warga Binaan

Lapas Klaten membina, mengayomi dan melayani narapidana yang sedang menjalani proses pidana, untuk menjadi seseorang yang lebih baik dan tidak melakukan kejahatan kembali, sehingga dapat kembali diterima dimasyarakat. Kami PASTI!
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Lapas Kelas IIB Klaten tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Klaten - Ratusan warga binaan pemasyarakatan bersama Pegawai Lapas Klaten, "nyate bareng" pada momentum Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah untuk mempererat silaturahim antara petugas dan narapidana.
Kepala Lapas Klaten, Andik Dwi Saputro mengatakan "nyate bareng" warga binaan dan sipir pada Hari Raya Kurban tersebut merupakan tradisi baru.
"Makan sate bareng ini merupakan tahun pertama, diharapkan dapat mempererat silaturahim antara petugas dan warga binaan," katanya kepada wartawan.
Selain semakin membina kedekatan, lanjut Andik, "nyate bareng" warga binaan pada Hari Raya Kurban ini juga sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada para narapidana, sehingga mereka merasa tentram, nyaman, terayomi dan merasa dijunjung tinggi martabatnya sebagai manusia.
Ia mengakui bahwa makan sate bersama warga binaan ini dilakukan sudah kedua kalinya selama masa kepemimpinannya, tujuannya juga sebagai pengobat rindu warga binaan kepada keluarga pada momentum Idul Adha.
"Idul Adha identik dengan daging kurban, terus makan sate bareng keluarga. Kami ingin memberikan suasana itu kepada warga binaan," tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan "nyate bareng" warga binaan bersama sipir diharapkan pula punya keterampilan dan kemandirian cara membuat sate kambing yang benar mulai dari menyembelih, memotong daging, memasak hingga menyajikan sate.
"Kalau mereka sudah tahu cara membuat sate yang benar nantinya bisa menjadi bekal setelah keluar dari penjara," ungkapnya.
Makan sate bareng pada Hari Raya Kurban ini juga membangun kekompakan dan keakraban antara pegawai dan warga binaan, sehingga tidak ada sekat.
"Kalau sudah akrab dan kompak, maka akan tumbuh rasa saling menghargai dan ini akan menciptakan kondusifitas di lingkungan lapas," ungkapnya.
Dari pantauan, suasana keakraban antara warga binaan dan sipir tampak terlihat mulai saat penyembelihan hewan kurban, pengirisan daging, tusuk daging, bakar sate termasuk ketika pembuatan bumbu hingga penyajian.
Lapas Klaten berkurban sebanyak 10 ekor kambing.
