Konten dari Pengguna

Perkuat Pembinaan Kepribadian, Lapas Mojokerto Gelar Pembinaan Kerohanian Warga

Lapas Mojokerto

Lapas Mojokerto

Akun Resmi Humas Lapas Kelas IIB Mojokerto

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lapas Mojokerto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkuat Pembiaan Kepribadian, Lapas Mojokerto Gelar Pembinaan Kerohanian Warga Binaan (Foto:HumasLapasMoker)
zoom-in-whitePerbesar
Perkuat Pembiaan Kepribadian, Lapas Mojokerto Gelar Pembinaan Kerohanian Warga Binaan (Foto:HumasLapasMoker)

Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan pembinaan kerohanian bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto. Kegiatan dilaksanakan secara terpisah bagi warga binaan laki-laki dan perempuan di tempat yang berbeda, dengan tujuan meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus membentuk karakter dan perilaku yang lebih baik, Selasa (15/9/2026).

Pembinaan bagi warga binaan laki-laki dilaksanakan bersama Kemenag Kabupaten Mojokerto dengan pengawasan langsung dari petugas pembinaan Lapas Mojokerto, Syukron. Sementara itu, warga binaan perempuan juga mendapatkan pembinaan kerohanian dari Kemenag Kabupaten Mojokerto di tempat yang telah disediakan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan diikuti secara aktif oleh warga binaan.

Terpisah, Kalapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan pembinaan kerohanian sebagai bagian dari proses pemasyarakatan. “Kami terus mendukung pembinaan kepribadian melalui sinergi dengan Kemenag Kabupaten Mojokerto. Harapannya, pembinaan ini dapat memperkuat mental dan spiritual warga binaan sehingga menjadi bekal positif ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Penyuluh Agama Kabupaten Mojokerto, M. Miftahudiin, menyampaikan melalui pembinaan tersebut, warga binaan mendapatkan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal dalam memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.”Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga binaan untuk menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari serta mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat,’Harapnya.

Salah seorang warga binaan, AHS, mengungkapkan bahwa pembinaan kerohanian memberikan manfaat bagi dirinya. “Kami merasa terbantu dengan adanya kegiatan pembinaan seperti ini. Selain menambah pemahaman agama, kegiatan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.