Lapas Narkotika Yogyakarta Dukung Penguatan Pembinaan Kemandirian Bersama BPVP

Official Account Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Lapas Narkotika Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOGYAKARTA – Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Program dan Tata Laksana Pembinaan Kemandirian dan Ketenagakerjaan, Senin (2/11/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Semar Nawasena, Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta diwakili oleh Sri Hardono, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), yang hadir mewakili Kepala Lapas. Turut hadir Sudarmanto, Kepala Subseksi Sarana Kerja, yang mewakili bidang pembinaan kemandirian. Keikutsertaan keduanya menjadi bentuk dukungan Lapas terhadap penguatan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas program pembinaan warga binaan.
Kerja sama antara Kanwil Ditjenpas DIY dan BPVP ini diarahkan untuk memperkuat pembinaan kemandirian melalui pengembangan keterampilan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui program pelatihan yang terarah, warga binaan diharapkan memperoleh kompetensi dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kanwil Ditjenpas DIY, M. Ali Syeh Banna, bersama jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-DIY, serta Kepala BPVP, Feri Fahrudin. Dalam arahannya, Kepala Kanwil Ditjenpas DIY menekankan bahwa keberhasilan pembinaan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Program pembinaan kemandirian harus mampu memberikan keterampilan yang relevan dan memiliki manfaat nyata bagi kehidupan warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPVP, Feri Fahrudin, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung pelaksanaan pelatihan vokasi melalui pendampingan teknis dan penguatan kapasitas pelatihan. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan warga binaan dalam memperoleh keterampilan sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing.
Sebagai tindak lanjut kerja sama, seluruh UPT Pemasyarakatan di wilayah DIY didorong untuk melakukan identifikasi terhadap potensi, minat, dan kebutuhan pelatihan warga binaan. Pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan jenis pelatihan yang tepat dengan mempertimbangkan kemampuan peserta serta peluang kerja yang tersedia.
Bagi Lapas Narkotika Yogyakarta, sinergi ini menjadi peluang untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang lebih produktif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Penguatan keterampilan vokasi diharapkan dapat meningkatkan kompetensi warga binaan, membangun kepercayaan diri, serta membuka peluang bagi mereka untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik setelah bebas.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Lapas Narkotika Yogyakarta berkomitmen mendukung pembinaan yang tidak hanya memberikan aktivitas selama menjalani masa pidana, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan. Dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, proses pembinaan diharapkan mampu mendorong kemandirian serta mempersiapkan warga binaan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.
