Konten dari Pengguna

Lapas Narkotika Yogyakarta Pasang EWS dan Jalur Evakuasi Merapi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lapas Narkotika Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemasangan Sistem Peringatan Dini dan Rambu Jalur Evakuasi (Sumber: Humas Lapas Narkotika Yogyakarta)
zoom-in-whitePerbesar
Pemasangan Sistem Peringatan Dini dan Rambu Jalur Evakuasi (Sumber: Humas Lapas Narkotika Yogyakarta)

YOGYAKARTA – Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi Gunung Merapi melalui pemasangan rambu jalur evakuasi, tanda titik kumpul, serta alarm Early Warning System (EWS). Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan perlindungan keselamatan petugas dan warga binaan, mengingat lokasi Lapas di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, berjarak sekitar 13 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Letak geografis tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana. Penanganan keadaan darurat di lingkungan pemasyarakatan memerlukan perencanaan khusus karena upaya penyelamatan harus berjalan beriringan dengan pengamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, ketersediaan sarana mitigasi menjadi bagian penting dalam mendukung respons yang cepat dan terkoordinasi.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memasang rambu jalur evakuasi sebagai petunjuk arah bagi petugas dan warga binaan ketika terjadi keadaan darurat. Keberadaan rambu ini diharapkan dapat membantu mengarahkan pergerakan menuju jalur yang telah ditentukan sehingga proses evakuasi dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan terarah.

Selain itu, tanda titik kumpul juga dipasang sebagai penanda lokasi berkumpul sementara setelah proses evakuasi. Titik kumpul memiliki peran penting dalam mendukung pendataan, pengawasan, serta pemeriksaan keberadaan petugas dan warga binaan. Dengan adanya penanda yang jelas, proses pengendalian dan pemantauan di tengah situasi darurat diharapkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur.

Penguatan sarana mitigasi juga dilakukan melalui pemasangan alarm Early Warning System (EWS) sebagai sarana peringatan dini untuk mendukung penyampaian informasi keadaan darurat. Sistem ini diharapkan dapat membantu mempercepat respons petugas terhadap potensi ancaman bencana. Untuk mendukung koordinasi, pusat komando peringatan dini ditempatkan di Ruang Komandan Jaga sebagai pusat pemantauan, koordinasi, dan pengendalian respons awal. Dari lokasi tersebut, petugas diharapkan dapat mengoordinasikan langkah penanganan serta mengarahkan pelaksanaan prosedur evakuasi sesuai kondisi yang dihadapi.

Melalui langkah-langkah tersebut, Lapas Narkotika Yogyakarta berupaya meminimalkan risiko kepanikan dan hambatan pergerakan saat keadaan darurat, sekaligus meningkatkan kemampuan petugas dalam melakukan pengawasan dan pengamanan selama proses evakuasi. Kesiapan sarana tersebut perlu didukung pemahaman prosedur serta kesiapsiagaan seluruh jajaran agar penanganan dapat dilaksanakan secara terkoordinasi.

Penguatan mitigasi bencana ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Narkotika Yogyakarta dalam mengutamakan keselamatan seluruh penghuni Lapas. Dengan tersedianya jalur evakuasi, titik kumpul, sistem peringatan dini, dan pusat komando, kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi Gunung Merapi diharapkan semakin optimal sehingga keselamatan petugas dan warga binaan tetap menjadi prioritas tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban.