Konten dari Pengguna

Patriotik, Gigih, Berempati: Semangat Sumpah Pemuda di Lapas Narkotika Yogyakarta

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lapas Narkotika Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 (Sumber: Humas Lapas Narkotika Yogyakarta)
zoom-in-whitePerbesar
Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 (Sumber: Humas Lapas Narkotika Yogyakarta)

YOGYAKARTA – Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 pada Rabu (28/10/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Bertempat di aula Lapas, upacara diikuti oleh pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta. Pelaksanaan di dalam ruangan dilakukan karena kondisi hujan, sehingga kegiatan tetap berlangsung dengan tertib tanpa mengurangi makna peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Pada waktu yang sama, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Yogyakarta, Teguh Suroso, mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapas Kelas IIB Wonosari. Upacara tersebut turut diikuti oleh jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan D.I. Yogyakarta dan jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi D.I. Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia". Tema tersebut mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, meningkatkan peran serta kepemimpinan pemuda dalam pembangunan, serta mendorong lahirnya generasi yang kreatif, inovatif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.

Tema tersebut mengandung tiga nilai utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati. Nilai patriotik menekankan kecintaan terhadap tanah air serta komitmen menjaga semangat kebangsaan. Nilai gigih menggambarkan ketangguhan dalam menghadapi tantangan dan semangat untuk terus berkembang. Sementara itu, nilai berempati menegaskan pentingnya kepedulian terhadap sesama, sehingga kekuatan dan kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat Sumpah Pemuda yang lahir dari Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928 juga menjadi pengingat akan pentingnya persatuan di tengah keberagaman. Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa menjadi landasan kuat bagi seluruh elemen bangsa untuk menjaga keutuhan Indonesia serta bersama-sama mewujudkan cita-cita nasional.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Lapas Narkotika Yogyakarta menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan, memperkuat integritas, dan menumbuhkan kepedulian dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Semangat patriotik, kegigihan, dan empati diharapkan terus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga setiap insan pemasyarakatan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.