Belajar dari Desa, Lapas Plantungan Giatkan Budidaya Kopi untuk Kemandirian WBP

LAPAS PEMUDA PLANTUNGAN
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Lapas Pemuda Plantungan KEMENKUMHAM tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan



Plantungan, INFO_PAS — Sebagai bagian dari pengembangan program pembinaan kemandirian berbasis agrikultur, Lapas Pemuda Plantungan melaksanakan kegiatan studi tiru budidaya dan perawatan tanaman kopi ke kebun milik Kepala Desa Harjodowo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.
Kegiatan ini diikuti oleh Kasi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik & Giatja), Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Kasubsi Keamanan, serta beberapa staf pembinaan. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Desa Harjodowo yang menjadi pengelola kebun kopi di wilayah tersebut.
Selama kunjungan, tim Lapas mendapatkan penjelasan langsung mengenai berbagai teknik budidaya kopi, mulai dari pemilihan bibit unggul, proses perawatan harian, sistem pemupukan organik, hingga metode pengendalian hama. Tim juga diajak meninjau area kebun dan terlibat dalam praktik langsung, seperti pemangkasan pohon dan pembuatan cairan pengendali hama.
Kepala Desa Harjodowo, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lapas Pemuda Plantungan dalam mengembangkan keterampilan pertanian bagi warga binaan.
"Kami sangat menyambut baik kegiatan seperti ini. Harapan saya, ilmu yang dipelajari di sini bisa menjadi bekal nyata bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat. Kopi bukan hanya soal tanaman, tapi bisa menjadi jalan hidup yang baru jika ditekuni dengan serius," ujar Kepala Desa Harjodowo, Bapak Zainal Abidin.
Kasi Binadik & Giatja menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah konkret untuk menjadikan program pertanian, khususnya kopi, sebagai salah satu unggulan dalam pembinaan keterampilan kerja di Lapas.
“Kopi adalah komoditas dengan potensi besar. Kami ingin warga binaan tidak hanya tahu cara menanam, tapi juga memahami prosesnya dari hulu ke hilir. Ini bisa menjadi modal penting untuk kehidupan mereka setelah bebas nanti,” jelasnya.
Kepala KPLP juga menambahkan bahwa program pertanian seperti ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga secara psikologis membantu pembinaan perilaku dan kedisiplinan warga binaan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pemuda Plantungan menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan secara holistik — bukan hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dari sisi produktivitas dan kesiapan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri dan bermanfaat.
