Konten dari Pengguna

Mahasiswa Psikologi Universitas Semarang Belajar dari WBP Lapas Plantungan

Lapas Pemuda Plantungan KEMENKUMHAM

Lapas Pemuda Plantungan KEMENKUMHAM

LAPAS PEMUDA PLANTUNGAN

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lapas Pemuda Plantungan KEMENKUMHAM tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Psikologi Universitas Semarang Belajar dari WBP Lapas Plantungan
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Psikologi Universitas Semarang Belajar dari WBP Lapas Plantungan (1)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Psikologi Universitas Semarang Belajar dari WBP Lapas Plantungan (2)
zoom-in-whitePerbesar

Plantungan, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan kedatangan tamu istimewa, Rabu, 28 Mei 2025, yaitu 25 mahasiswa dan 3 dosen dari Fakultas Psikologi Universitas Semarang. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan akademik lapangan dalam mata kuliah Psikologi Forensik yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik psikologi di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan dimulai dengan pemaparan profil Lapas Pemuda Plantungan melalui penayangan video dokumenter yang menggambarkan berbagai aspek pembinaan, fasilitas, dan pendekatan humanis terhadap warga binaan. Suasana hangat langsung terasa saat Kalapas Suharno memberikan sambutan. Dalam pidatonya, disampaikan harapan besar terhadap generasi muda untuk turut berkontribusi dalam sistem pemasyarakatan yang lebih humanis.

“Kami merasa bangga dan terbuka menerima kunjungan dari mahasiswa dan dosen Fakultas Psikologi Universitas Semarang. Semoga kunjungan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang menjalani pembinaan. Penjara bukan akhir dari segalanya, tapi bisa menjadi awal bagi perubahan dan harapan baru,” ujar Kalapas Suharno dengan penuh semangat.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ibu Retno Ristiasih Utami, dosen pengampu mata kuliah Psikologi Forensik Universitas Semarang. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kesempatan yang diberikan oleh pihak Lapas untuk membuka ruang belajar nyata bagi para mahasiswa. "Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi pengalaman pembelajaran hidup yang akan membekas dan menjadi bekal profesionalisme mahasiswa di masa depan," ujar Ibu Retno Ristiasih Utami.

Beliau menambahkan, "Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan pada mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Semarang, untuk mata kuliah Psikologi Forensik dan Patologi Rehabilitasi Sosial, agar memahami bagaimana pembinaan di lapas, bagaimana kondisi di lapas—khususnya di Lapas Pemuda Plantungan ini. Sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tapi juga memahami lapangan."

Sebagai bentuk penghargaan, dilakukan pertukaran cinderamata antara pihak Universitas Semarang dan Lapas Pemuda Plantungan. Acara dilanjutkan dengan sesi yang paling ditunggu-tunggu, yakni interaksi dan tanya jawab antara mahasiswa dan warga binaan. Dengan pendampingan petugas, para mahasiswa bebas mengajukan pertanyaan seputar pengalaman hidup, proses pembinaan, hingga tantangan psikologis yang dihadapi para warga binaan. Momen ini menjadi sarana reflektif yang menggugah empati dan pemahaman lebih dalam tentang kondisi psikologis narapidana.

Menariknya, dalam sesi diskusi tersebut beberapa warga binaan juga berbagi kisah transformasi diri mereka selama menjalani masa pembinaan. Mahasiswa terlihat antusias dan terinspirasi, menyadari bahwa psikologi forensik bukan hanya soal teori, tapi juga soal kemanusiaan, pengampunan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh keakraban, menandai selesainya sebuah perjalanan pembelajaran yang bermakna. Diharapkan, kegiatan ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik lapangan, serta memperkuat kontribusi ilmu psikologi dalam mendukung proses pemasyarakatan yang berorientasi pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial.