Lapas Terbuka Kendal Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila,

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal adalah salah satu Lapas dibawah naungan Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Jawa Tengah. Lapas ini sebagai tempat pembinaan narapidana yang telah memenuhi syarat asimilasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Lapas Terbuka Kendal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kendal — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada hari Rabu, (01/10). Upacara yang berlangsung dengan khidmat ini diikuti oleh seluruh jajaran petugas dan warga binaan Lapas Terbuka Kendal, yang berkumpul untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan ideologi Pancasila.
Kepala Lapas Terbuka Kendal, Roni Darmawan, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, beliau menegaskan kembali esensi dari tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini, yaitu "Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya,". Tema ini adalah panggilan moral untuk merefleksikan Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, serta sebagai instrumen strategis untuk menjaga kehidupan bangsa Indonesia yang besar dan majemuk.
Kalapas Terbuka Kendal mengingatkan bahwa peringatan ini adalah momentum refleksi untuk melihat Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan benteng pertahanan ideologis. "Setiap tanggal 1 Oktober, ingatan kolektif kita tertuju pada malam kelam tragedi kemanusiaan yang berusaha merenggut dan mengganti ideologi negara," ujar beliau, merujuk pada peristiwa Gerakan 30 September yang didalangi oleh PKI, sebuah luka mendalam yang tak boleh terulang.
Partisipasi penuh dari seluruh warga binaan dalam upacara ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan kepribadian dan nasionalisme di Lapas Terbuka Kendal. Nilai-nilai Pancasila mulai dari Ketuhanan, Persatuan, hingga Keadilan Sosial diharapkan dapat dihayati dan diamalkan dalam kehidupan nyata, menjadikan mereka generasi yang berkarakter dan berjiwa Pancasila sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Upacara ini ditutup dengan tekad bersama untuk merawat persatuan, menjaga keutuhan bangsa, serta memperteguh komitmen kebangsaan di tengah dinamika internal maupun global, menjadikan Pancasila sebagai dasar negara yang final dan tak tergantikan.
