Lapas Pekalongan Gelar Pembukaan Pelatihan Kemandirian

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekalongan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari lapaspekalongan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pekalongan – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekalongan hari ini, Senin (21/7), secara resmi membuka program pelatihan kemandirian yang meliputi menjahit, membatik, pertanian, dan perikanan. Acara ini juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lapas Pekalongan dengan lima instansi dan pelaku usaha, menunjukkan komitmen kuat dalam membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan produktif.
Kegiatan diawali dengan khidmatnya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian laporan terkait kegiatan pelatihan kemandirian dari Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bambang Saptopo. Setelah itu, momen penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan. Lapas Pekalongan menjalin kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, serta tiga pelaku usaha terkemuka: Batik Mulasari, Batik Ghaitsa Pelangi, dan DMA Collection. Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan sinergi positif dalam penyediaan materi, instruktur, dan potensi pemasaran bagi hasil karya warga binaan.
Acara dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan warga binaan, simbol dimulainya perjalanan mereka dalam menimba ilmu dan keterampilan. Kepala Lapas Pekalongan, Ika Prihadi Nusantara, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Pekalongan.
"Terima kasih atas atensi pemerintah Kota Pekalongan atas pelatihan yang diberikan, ini menjadi semangat bagi kami," ujar Ika Prihadi Nusantara. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar WBP siap kembali ke tengah-tengah masyarakat setelah bebas. "Urip itu urup, bermanfaat untuk sesama," pesannya, mengutip filosofi Jawa yang bermakna hidup harus memberi manfaat.
Pelatihan ini diikuti oleh kurang lebih 80 orang warga binaan dari total 240 penghuni Lapas. Meskipun dengan fasilitas yang sederhana, Kalapas Ika optimis bahwa kreativitas warga binaan tidak akan terbatas. "Tidak hanya untuk mengisi waktu, tapi ilmu semoga berguna," tambahnya, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan investasi untuk masa depan.
Kalapas juga menegaskan komitmen Lapas untuk senantiasa mendukung WBP dan berharap kerja sama yang terjalin dapat terus berkesinambungan. "Teman-teman petugas sangat berterima kasih, salam hormat untuk Pak Wali Kota," ucapnya penuh rasa terima kasih. Di akhir sambutannya, Ika Prihadi Nusantara menegaskan komitmen Lapas Pekalongan untuk selalu SAKPORE, sebuah yel-yel Lapas Pekalongan yang mewakili nilai-nilai pelayanan prima dan profesionalisme.
