Konten dari Pengguna

Sosialisasi Pencegahan Stunting Oleh Mahasiswa KKN UPI 2023 di Ranggamekar

Laras Adistya Putri

Laras Adistya Putri

Mahasiswi Kimia di Universitas Pendidikan Indonesia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Laras Adistya Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stunting merupakan suatu permasalahan yang terjadi di Indonesia dan menjadi salah satu fokus pemerintah. Menurut WHO (2015), stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang dapat ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.

Anak-anak yang mengalami stunting dapat mengalami gangguan metabolic ketika mereka tumbuh dewasa, gagal tumbuh yang ditandai dengan berat lahir yang rendah, kecil, kurus, pendek, dan adanya hambatan perkembangan kognitif dan motoriknya.

Dengan begitu, kita perlu memerhatikan supaya tumbuh kembang anak menjadi lebih baik. Beberapa usaha dilakukan pemerintah untuk menekan angka stunting dengan memberikan beberapa layanan kesehatan, seperti Aksi Bergizi di Sekolah oleh Kementerian Kesehatan dengan tiga paket intervensi yaitu pemberian tablet tambah darah (TTD) mingguan untuk remaja putri, aktivitas fisik, dan konsumsi makanan seimbang.

Mahasiswa KKN UPI 2023 melaksanakan sosialisasi di Kelurahan Ranggamekar

Pada tanggal 22 Agustus 2023, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia melaksanakan sosialisasi tentang pencegahan stunting di Kelurahan Ranggamekar. Terdapat banyak materi yang disampaikan oleh para mahasiswa, salah satunya merupakan materi tentang air bersih dan air minum oleh Muhamad Ali Sunardi (mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan) dan Laras Adistya Putri (mahasiswa Kimia UPI).

Pemaparan tentang air minum dan air bersih oleh Laras Adistya dan Muhamad Ali

Hal-hal yang dipaparkan mengenai air minum dan air bersih diantaranya adalah ciri-ciri air minum dan air bersih yang baik, jumlah minimal air putih yang harus dikonsumsi setiap harinya, dan cara menjaga kualitas air bersih. Selain itu, dipaparkan juga dampak mengonsumsi air putih yang tidak bersih, salah satunya adalah stunting.

Materi berikutnya adalah Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) oleh Nur Elisa Hidayah (mahasiswa Teknik Sipil UPI) dan Muhammad Ilham Fajrin (mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan UPI). Mereka memaparkan beberapa pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan yang bergizi, menggunakan air bersih, dan mencuci tangan. Selain itu, dipaparkan pula beberapa pola hidup bersih seperti menggunakan jamban sehat, membuang dan memilah sampah, dan memberantas jentik nyamuk.

Pemaparan PHBS oleh Nur Elisa Hidayah dan Muhamad Ilham Fajrin

Terakhir, disampaikan pula materi tentang pemahaman makanan bergizi kepada masyarakat oleh Azmi Thufail (mahasiswa Pendidikan Pariwisata UPI) serta demo masak oleh Irvan Maulana (mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga UPI). Pada kegiatan ini, mereka mendemonstrasikan bagaimana cara membuat egg roll sayur yang terbuat dari telur, wortel, dan bayam serta membuat puding jagung. Pemilihan bahan dan cara pengolahannya tentu menyesuaikan dengan kebutuhan nutrisi anak-anak.

Demo masak bersama Irvan Maulana dan Azmi Thufail

Para mahasiswa KKN-T UPI 2023 telah berhasil melaksanakan kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peduli terhadap masalah stunting. Keberhasilan para mahasiswa dalam menggerakkan kesadaran ini merupakan salah satu langkah positif dalam memerangi stunting dan membangun generasi muda yang lebih sehat di masa depan. Semoga semangat ini dapat menginspirasi banyak pihak dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anak-anak Indonesia.