Minimnya Komunikasi Krisis di Tengah Pandemi COVID-19

-
Tulisan dari Larashita DP tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
COVID-19 yang saat ini telah mewabah di Indonesia, sosial ,ekonomi dan politik semua ikut terdampak akan kehadiran virus ini. Peningkatan kasus pasien Positif dari hari ke hari semakin tinggi angka nya membuat masyarakat menjadi Panik. kebijakan pemerintah yang keluarkan dalam menghadapi Wabah Virus ini , mengalami tumpang tindih karena terjadinya krisis komunikasi sehingga timbul ketidakpastian akan kebijakan tanggap Darurat bencana COVID-19 yang di buat Pemerintah. Krisis tidak bisa di hindarkan namun masih bisa di antisipasi ,berbagai komunikasi krisis telah dilakukan oleh pemerintah untuk penanganan Wabah COVID-19 agar tidak terjadinya krisis komunikasi. Arti komunikasi krisis itusendiri adalah pengumpulan ,pengelolaan, dan penyebaran informasi yang diperlukan untuk mengatasi situasi krisis. Komunikasi krisis sangat penting dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan informasi yang jelas atau sebagai sarana komunikasi antara Pemerintah dengan Masyarakat dan melakukan penyaringan informasi yang dibutuhkan agar tidak terjadi nya krisis komunikasi.
Pemerintah harus melakukan komunikasi yang lebih intens agar tidak tersebar informasi yang belum terbukti kevalidan nya. Bukti pemerintah telah melakukan komunikasi krisis disini di buktikan dengan himbauan yang diserukan dan informasi- informasi terkait perkembangan dari kausus COVID-19 .Dengan adanya informasi yang belum akurat disitu menimbulkan masalah membuat berbagai kalangan mengkritik pemerintah terkait dengan keidak jelasan informasi dan penanganan COVID-19 yang diberikan, lalu membuat kepercayaan publik menurun. Hal ini makin di perburuk dengan adanya informasi yang tersebar dari media Online (Daring) ,seperti media sosial. Pemerintah harus mencari metode komunikasi yang baik agar tepat sasaran. Diperlukan manajemen komunikasi yang baik seperti menerapkan strategi komunikasi krisis yaitu Komunikasi yang efektif, pemahaman tentang komunikator,audiens,tujuan ,pesan dan cara yang paling efektif untuk mencapai hasil yang maksimal seperti yang di inginkan.
Masyarakat di indonesia diharapkan tidak panik akan informasi yang belum pasti kebenaranya ,carilah informasi dari sumber yang terpecaya dan resmi dari pemerintah . karena dalam penanganan wabah penyakit di dunia , Jumlah korban bisa bertambah hingga lima kali lipat ,jika terjadinya kepanikan disaat terjadi wabah penyakit . Seribu orang menjadi korban karena sakit ,sedangkan empat ribu lainya ikut menjadi korban karena panik . Dalam penanganan penyebaran kasus COVID-19 Tentu bukan hanya Pemerintah yang bekerja sendiri Namun harus dibarengi dengan Kerjasama Masyarakat melalui mentaati semua himbauan dan perintah yang di sampaikan pemerintah , kita sebagai Masyarakat di indonesia juga dianjurkan agar tidak Panik terhadap kasus COVID-19 ini ,tidak panik dalam artian tetap harus waspada ,selalu berhati-hati ,selalu berfikir positif ,mengikuti protokol kesehatan yang telah di serukan, ,Ikut berkontribusi dalam memerangi pandemi COVID-19 adalah suatu tujuan agar wabah cepat berakhir dan kehidupan bisa berjalan nomal kembali.
Larashita Dewi Primadini
Mahasiswi Administrasi Publik UNY
