Konten dari Pengguna

Si Kecil Pemakan Sampah Plastik

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Latifa Al Khansa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kondisi gunung sampah yang didominasi oleh sampah plastik. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi gunung sampah yang didominasi oleh sampah plastik. Foto: Shutter Stock

Pernahkah kamu membayangkan bahwa sampah plastik yang sulit terurai ternyata dapat diuraikan oleh makhluk berukuran sangat kecil? Di tengah persoalan sampah yang terus meningkat, para peneliti menemukan bakteri yang memiliki kemampuan khusus untuk memecah salah satu jenis plastik yang banyak digunakan sehari-hari. Jenis makhluk yang tak dapat dilihat mata telanjang tetapi dapat menyelamatkan ribuan nyawa manusia. Masalah sampah di Indonesia memang tidak bisa kita anggap sepele. Dilansir dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat, pada 2024 jumlah sampah yang tercatat dari 317 kabupaten/kota mencapai sekitar 34,21 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 13,77 juta ton atau 40,26 persen masih belum terkelola. Hal ini mengakibatkan sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di beberapa daerah tidak bisa menampung kiriman sampah lagi dan berakhir menjadi tumpukan sampah di jalanan umum maupun fasilitas umum. Adapun, salah satu jenis sampah yang paling sering digunakan adalah sampah plastik. Sampah plastik umumnya digunakan untuk kemasan makanan dan minuman, wadah berbelanja serta peralatan rumahan. Sampah plastik menjadi perhatian para ahli karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami. Jika terus dibiarkan, sampah dapat semakin banyak dan memberikan dampak seperti mencemari tanah dan air, menyumbat saluran air, hingga meningkatkan risiko banjir. Di tengah masalah tersebut, para peneliti menemukan bakteri untuk membantu permasalahan sampah plastik. Makhluk yang sangat kecil tetapi memiliki kemampuan untuk menguraikan jenis plastik tertentu. Si kecil ini bernama Ideonella sakaiensis.

Kenalan dengan Ideonella sakaiensis

Kemampuan bakteri Ideonella sakaiensis dalam mengurai plastik. Ilustrasi: Shutter Stock

Ideonella sakaiensis adalah bakteri yang bisa memanfaatkan polyethylene terephthalate (PET) sebagai sumber makanan dan energi. PET merupakan jenis plastik yang sering kita temui pada botol minuman dan berbagai kemasan. Adapun kisaran terurainya jenis plastik ini sekitar 450 hingga 1.000 tahun. Ideonella sakaiensis menghasilkan enzim bernama PETase. Sederhananya, enzim tersebut bekerja seperti “gunting” yang membantu memotong struktur plastik PET menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana. Ibaratnya, seperti seseorang yang memotong benda besar menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dimanfaatkan. Plastik PET memiliki struktur molekul yang panjang dan kuat. Enzim yang dihasilkan bakteri Ideonella sakaiensis akan memutus bagian tertentu dari struktur plastik tersebut dan plastik bisa terurai di alam. Selain itu, sebuah hasil penelitian menunjukkan adanya potensi bakteri ini dalam mengubah PET menjadi polyhydroxyalkanoate (PHA), yaitu kelompok bioplastik yang lebih ramah lingkungan.

Apakah sampah plastik bisa langsung hilang oleh bakteri Ideonella sakaiensis?

Eits, jangan salah paham dulu. Penemuan ini bukan berarti seluruh sampah plastik dapat langsung hilang hanya dengan menambahkan bakteri Ideonella sakaiensis. Kemampuan Ideonella sakaiensis hanya bekerja pada jenis plastik PET. Sedangkan, jenis plastik lain yang memiliki struktur berbeda, tidak bisa diurai oleh bakteri ini. Tak hanya itu, proses biodegradasi alami juga masih relatif lambat sehingga para peneliti terus mengembangkan enzim dan mikroorganisme lain agar sampah plastik dapat terurai menjadi lebih efektif dan efisien. Penemuan bakteri pengurai plastik ini memberikan gambaran bahwa mikroorganisme tidak selalu menjadi penyebab masalah. Sebaliknya, beberapa mikroorganisme justru dapat menjadi bagian dari solusi lingkungan. Meskipun, Ideonella sakaiensis dapat membantu mengurai sampah plastik, tetap kitalah sebagai konsumen yang seharusnya banyak berperan dalam mengatasi masalah sampah plastik. Mari mulai dari hal kecil yang dapat kita lakukan hari ini dengan kurangi penggunaan sampah plastik, gunakan kembali barang yang masih layak, pilah sampah dengan benar, dan daur ulang sampah menjadi barang yang bernilai. Menjaga bumi bukan hanya tugas seorang saja, tetapi tanggung jawab kita bersama.