Konten dari Pengguna

Membangun Dunia Digital yang Sehat: Kesantunan Berbahasa dalam Bermedia Sosial

Latifah Maratus Sholihah

Latifah Maratus Sholihah

Mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Andalas

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Latifah Maratus Sholihah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar oleh Kar-Tr di istockphoto
zoom-in-whitePerbesar
Gambar oleh Kar-Tr di istockphoto

Di era digital, media sosial bukan hanya menjadi jendela dunia untuk memperoleh berbagai informasi, tetapi juga ruang publik tempat individu dapat berinteraksi, berdiskusi, dan menyatakan pendapat. Namun, seperti dua sisi mata uang, media sosial memiliki dampak positif dan negatif yang saling beriringan. Salah satu isu penting yang sering terabaikan adalah kesantunan berbahasa. Hal ini bukan hanya tentang bagaimana kita berkomunikasi tetapi juga tentang membangun lingkungan digital yang sehat dan menyenangkan untuk semua.

Kepentingan Kesantunan Berbahasa

Pentingnya kesantunan berbahasa tidak bisa dilepaskan dari kenyataan bahwa kata-kata memiliki kekuatan. Baik secara online maupun offline, cara kita berkomunikasi sangat mempengaruhi kualitas interaksi sosial. Berikut ini beberapa poin penting tentang kepentingan kesantunan berbahasa di media sosial:

  1. Menghindari Misinterpretasi: Dalam komunikasi digital, ketiadaan isyarat nonverbal seperti intonasi suara dan ekspresi wajah meningkatkan risiko kesalahpahaman. Kesantunan berbahasa membantu meminimalkan risiko ini dengan menyampaikan pesan secara jelas dan tidak menimbulkan ambigu.

  2. Memperkuat Tali Silaturahmi: Media sosial memungkinkan kita untuk terhubung dengan berbagai individu dari latar belakang yang beragam. Kesantunan berbahasa mendorong terciptanya dialog yang konstruktif, mempererat tali silaturahmi, dan membangun jaringan yang positif.

  3. Menciptakan Lingkungan Digital yang Positif: Sudut pandang yang disampaikan dengan bahasa yang sopan lebih mudah diterima dan cenderung menginspirasi tanggapan yang konstruktif. Hal ini berkontribusi pada penciptaan lingkungan digital yang sehat dan mendukung pertumbuhan pribadi serta intelektual.

Strategi Meningkatkan Kesantunan Berbahasta

Memperbaiki cara berkomunikasi di media sosial merupakan tanggung jawab bersama. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkaln untuk meningkatkan kesantunan berbahasa:

  1. Berfikir Sebelum Berbagi: Luangkan waktu untuk memikirkan dampak dari setiap kata yang ingin disampaikan. Pertanyakan kembali apakah konten tersebut bisa menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain.

  2. Empati dan Penggunaan Bahasa yang Inklusif: Mengadopsi pendekatan empatik dan menggunakan bahasa yang inklusif dapat memperkuat rasa pengertian dan toleransi terhadap perbedaan yang ada.

  3. Menghindari Bahasa Provokatif dan Ujaran Kebencian: Meminimalisir penggunaan kata-kata yang provokatif dan menghindari ujaran kebencian tidak hanya menjaga kenyamanan ruang digital tetapi juga menunjukkan kedewasaan berpikir.

  4. Menerapkan Etika Komunikasi: Menggunakan salam pembuka dan penutup dalam percakapan, menghormati pendapat orang lain, serta menghindari penggunaan kata-kata kasar atau menyerang secara pribadi adalah beberapa contoh etika komunikasi yang baik. Etika ini membantu dalam menjaga diskusi tetap santun dan menghindari eskalasi konflik yang tidak perlu.

  5. Edukasi Diri dan Orang Lain: Memahami pentingnya kesantunan berbahasa dan berusaha meningkatkannya merupakan langkah awal yang baik. Mengedukasi diri sendiri melalui bacaan atau seminar online tentang komunikasi yang efektif dan mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama dapat membantu meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya berkomunikasi dengan sopan.

  6. Menjadi Contoh yang Baik: Perilaku kita di media sosial dapat menjadi contoh bagi orang lain. Dengan berkomunikasi secara santun, kita tidak hanya memperbaiki kualitas interaksi kita sendiri tetapi juga berkontribusi pada pembentukan norma komunikasi yang sehat di lingkungan digital.

  7. Menggunakan Fitur Media Sosial dengan Bijak: Manfaatkan fitur media sosial seperti filter komentar untuk menghindari spam atau komentar negatif yang tidak konstruktif. Jangan ragu untuk ‘unfollow’ atau ‘block’ akun yang secara konsisten menyebarkan kebencian atau informasi yang tidak benar.

Kesimpulan

Dunia digital menawarkan kemungkinan tak terbatas untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Kesantunan berbahasa di media sosial bukan hanya tentang etika tetapi juga tentang membangun komunitas online yang sehat, di mana setiap individu merasa dihargai dan didengarkan. Melalui komunikasi yang lebih bertanggung jawab dan empatik, kita dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih positif untuk generasi sekarang dan yang akan datang. Mempererat silaturahmi digital melalui kesantunan berbahasa adalah langkah penting untuk mencapai hal ini.