Konten dari Pengguna

Cerpen Anak : "Anak Kreatif"

Laura Debrina Tarigan

Laura Debrina Tarigan

Mahasiswi di Universitas Negeri Medan

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Laura Debrina Tarigan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada suatu hari, di sebuah desa hiduplah seorang anak perempuan yang bernama Gladis. Ia tinggal bersama nenek karena orangtuanya sudah lama meninggal dunia. Gladis adalah anak yang memiliki sifat baik, ramah, suka menolong, dan berwajah cantik. Itu sebabnya, Gladis sangat disayangi oleh masyarakat sekitar yang ada di Desa Kelapa .

Dibelakang rumah nenek banyak sekali pohon kelapa yang sengaja ditanam agar kelapanya bisa dijual kepada orang sekitar. Tetapi, sayangnya tempurung kelapa yang sudah tidak terpakai menjadi menumpuk di samping rumah nenek. Gladis yang melihat banyaknya tempurung kelapa yang menumpuk pun bertanya kepada nenek, “Nek, apakah tempurung ini tidak dapat dijual juga?”. Tak lama nenek pun menjawab pertanyaan cucunya, “Apabila hanya tempurung seperti itu jarang sekali ada orang yang mau membelinya, Cu. Bahkan tempurung seperti itu biasanya diminta orang secara gratis.”

Gladis yang mendengar hal itu pun langsung memiliki ide kreatif untuk mengubah tempurung kelapa menjadi sesuatu yang unik dan berharga. Tanpa berpikir lama, Gladis pun mulai mengubah tempurung kelapa menjadi beberapa barang, seperti asbak, centong nasi, mainan, lampu hias, cangkir, dan barang-barang unik lainnya. Ide kreatif Gladis pun menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar dan membuat nenek merasa bangga.

Ilustrasi Gladis dan nenek dengan hasil karya dari tempurung kelapa. Ilustrasi ini dirangkai sendiri oleh penulis dengan aplikasi Canva.

Beberapa hari kemudian, Gladis membuat sebuah pameran karya kecil di halaman rumah nenek agar masayarakat sekitar dapat melihat dan membeli produk kerajinan tangan dari tempurung kelapa yang telah Ia buat. Tak disangka, banyak masyarakat yang menyukai karya Gladis karena selain dianggap kreatif, barang-barang tersebut sangat berguna dalam kehidupan. Gladis pun terus menuangkan kekretaivitasannya melalui tempurung kelapa milik nenek yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

Hasil penjualan produk kerajinan tangan itu diberikan Gladis kepada sang nenek untuk membeli kebutuhan hidup mereka. “Gladis cucuku, ada baiknya apabila kita memberikan sedikit rezeki ini kepada orang yang lebih membutuhkan,” kata sang nenek. Gladis pun setuju dengan yang dikatakan sang nenek dan melaksanakan hal itu.

Setiap hari, hasil kerajinan tangan Gladis semakin banyak terjual. Gladis pun berniat mengajari anak-anak desa untuk membuat kerajinan tangan dari tempurung kelapa. Selain untuk membantu Gladis memenuhi permintaan konsumen, hal ini akan memberikan peluang dan pengalaman baru juga bagi anak desa untuk menuangkan ide-ide kreatifnya. Gladis dan nenek sangat bahagia melihat masyarakat yang tampak bersemangat.

Desa ini pun dikenal masyarakat luas sebagai desa yang kreatif karena banyak hasil kerajianan tangan dari desa yang telah terjual hingga luar daerah. Gladis pun sangat bahagia melihat perubahan yang ada di desa. Gladis pun tersenyum, seraya berkata dalam hati “Hal yang tadinya dianggap tidak bernilai, ternyata bisa jadi sangat berharga apabila diberikan sentuhan kekreativitasan.”

Tak hanya nenek, tetapi semua masyarakat desa sangat bangga pada Gladis serta berterima kasih atas ilmu dan motivasi yang diberikan kepada anak-anak desa sehingga mampu mengubah hal menjadi sesuatu yang berharga. Gladis, anak yang baik hati itupun akhirnya menjadi seorang pengusaha produk kerajinan tangan yang terkenal dan hidup bahagia bersama nenek.

Pesan moral yang didaptkan dari cerita pendek diatas, yakni :

  1. Setiap orang pasti memiliki ide yang kreatif untuk dikembangkan

  2. Suatu hal yang dianggap tidak bernilai, tidak selamanya akan begitu tetapi bisa menjadi berharga bila ada perubahan

  3. Anak-anak yang kreatif akan memberikan dampak positif untuk kehidupan

  4. Kita harus berbagi rezeki (bersedekah) kepada orang yang membutuhkan agar hidup menjadi berkah