Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN Undip Gelar Sosialisasi KDRT Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Dalangan

Laura Bernaded Sihombing

Laura Bernaded Sihombing

Mahasiswa KKN tim II Universitas Diponegoro Fakultas Hukum

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Laura Bernaded Sihombing tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama mahasiswa tim II KKN Undip 2024 dengan Ibu-Ibu PKK Desa Dalangan, Sumber : Dokumentasi Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama mahasiswa tim II KKN Undip 2024 dengan Ibu-Ibu PKK Desa Dalangan, Sumber : Dokumentasi Pribadi.

Desa Dalangan/Kabupaten Sukoharjo, (22/07/2024) — Laura Bernaded Sihombing, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro telah melaksanakan program kerja bertajuk "Perlindungan Hukum dan Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)" di Desa Dalangan Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan hukum serta pencegahan terhadap KDRT.

Kegiatan sosialisasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk ibu rumah tangga khususnya ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan juga beberapa aparat desa. Program ini mencakup beberapa kegiatan utama, di antaranya sosialisasi hukum tentang KDRT, pelatihan keterampilan komunikasi untuk menghindari konflik, serta pendampingan bagi korban KDRT.

Pada sesi sosialisasi hukum, Laura sebagai mahasiswa KKN menjelaskan tentang definisi KDRT, gejala-gejala KDRT, faktor penyebab KDRT, jenis-jenis kekerasan, dampak KDRT, undang-undang yang melindungi korban KDRT, proses pelaporan, serta hak-hak yang dimiliki korban. Masyarakat sangat antusias mengikuti sosialisasi ini, terutama dalam memahami langkah-langkah yang harus diambil jika mengalami atau mengetahui kasus KDRT.

Selain sosialisasi hukum, Laura juga mengadakan pelatihan keterampilan komunikasi. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengelola emosi dan menyelesaikan konflik dalam rumah tangga tanpa kekerasan. Para peserta diajarkan teknik-teknik komunikasi efektif, seperti mendengarkan aktif dan bernegosiasi secara positif, yang diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya KDRT.

Untuk memberikan dukungan lebih lanjut, program ini juga menyediakan layanan konseling dan pendampingan bagi korban KDRT. Laura bekerja sama dengan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA129) setempat untuk memberikan bantuan hukum dan psikologis kepada korban. Layanan ini diharapkan dapat membantu korban pulih dari trauma dan memperoleh keadilan.

Pemaparan materi sosialisasi terkait "Perlindungan Hukum dan Pencegahan KDRT" oleh Laura Bernaded Sihombing selaku mahasiswa tim II KKN Undip 2024 Desa Dalangan.

Ibu Purwanti sebagai salah satu pengurus PKK Desa Dalangan menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan dedikasi mahasiswa KKN dalam melaksanakan program ini. "Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, terutama dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya mencegah dan menangani KDRT. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan di masa mendatang," ujarnya.

Salah satu peserta juga menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membuka wawasan dan memberikan keberanian bagi dirinya dan para ibu lainnya untuk bersuara jika mengalami kekerasan dalam rumah tangga. "Saya jadi lebih tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi KDRT, dan juga merasa lebih berani untuk melaporkan jika hal tersebut terjadi," katanya. Program "Perlindungan Hukum dan Pencegahan KDRT" ini diakhiri dengan pembagian brosur dan stiker sebagai bentuk luaran kepada ibu-ibu PKK yang menghadiri sosialisasi tersebut

Dengan berakhirnya program KKN ini, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan hukum dan pencegahan KDRT akan terus meningkat, serta tindakan kekerasan dalam rumah tangga dapat diminimalisir di masa depan.