Konten dari Pengguna

Pentingkah Eksplorasi Bagi Anak Usia Dini?

Laurence Gratia Rodame Sinambela

Laurence Gratia Rodame Sinambela

Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Kristen Satya Wacana angkatan 2023

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Laurence Gratia Rodame Sinambela tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ank bereksplorasi dengan bermain pasir (sumber : https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ank bereksplorasi dengan bermain pasir (sumber : https://pixabay.com/id/)

Safira adalah seorang anak berusia 5 tahun yang bersekolah di sebuah Taman Kanak-kanak di Sukabumi. Dia merupakan anak yang terkesan menutup diri terhadap teman-temannya. Melihat hal tersebut, guru memanggil orang tua Safira ke sekolah untuk memberikan laporan tentang sifat tertutup sang murid.

“Kenapa kamu tidak mau bermain bersama teman-temanmu di kelas?” tanya mama Safira sesampainya dirumah.

Mendengar hal itu, Safira spontan menunduk dan menjawab, “Mama bilang untuk memperhatikan guru dan jangan terlalu banyak bermain saat di kelas. Teman-temanku di kelas bermain pasir, aku takut mama akan memarahiku jika aku bermain pasir seperti waktu itu” ucap Safira sambil menahan tangis.

Kisah diatas menceritakan tentang ketakutan seorang anak yang timbul dalam dirinya akibat larangan yang diberikan oleh orang tuanya. Safira tidak diberi kebebasan bereksplorasi oleh ibunya sehingga ia memiliki rasa takut untuk melakukan suatu hal.

Anak usia dini berada pada tahap dimana mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga mereka akan melakulan hal-hal yang menurut mereka menarik. Mereka sedang dalam masa-masa bermain dan mengeksplorasi lingkungannya. Bermain merupakan masa anak-anak untuk belajar. Mereka akan belajar bersosialisasi dan mempelajari hal-hal baru yang mereka dapat dari lingkungannya.

Ilustrasi anak bereskplorasi dengan alam (sumber : https://pixabay.com/id/)

Teori tahap perkembangan prasekolah Erik Erikson menjelaskan tentang pentingnya eksplorasi bagi anak usia dini. Pada usia 3-5 tahun, anak berada pada tahap dimana mereka sedang aktif bermain dan mengekplorasi lingkungannya. Eksplorasi akan memberikan banyak pengalaman bagi anak, sehingga anak akan menampilkan diri mereka yang lebih maju dan seimbang baik dari aspek fisik maupun psikis.

Initiative Vs Guilt, Inisiatif versus rasa bersalah adalah penjelasan Erik Erikson tentang tahapan perkembangan anak prasekolah. Ketika anak diberikan sebuah kebebasan bereksplorasi, maka akan muncul rasa inisiatif dalam diri mereka untuk melakukan suatu tindakan. Sedangkan ketika anak tidak diberi kebebasan bereksplorasi atau diberi terlalu banyak larangan maka akan menimbulkan perasaan bersalah pada diri anak. Kurangnya eksplorasi pada anak akan membentuk kepribadian anak yang takut untuk mencoba suatu hal baru, merasa pesimis dan merasa tidak percaya diri.

Tentunya kita sering melihat anak-anak mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh orangtuanya. Misalnya, seorang anak tertarik ketika melihat ayahnya sedang mencuci mobil, sehingga ia berusaha untuk membantu ayahnya. Bagaimana respon yang diberikan oleh sang ayah akan menentukan bagaimana perkembangan anaknya. Bila ayah merespon dengan membiarkan anak ikut mencuci mobil, hal tersebut akan memberikan sebuah pengalaman baru bagi anak dan akan menimbulkan rasa inisiatif pada diri anak. Namun bila sebaliknya, ayah justru melarang atau bahkan memarahi sang anak, maka akan menimbulkan perasaan bersalah dan juga rasa takut pada diri anak.

Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk memberikan kesempatan pada anak untuk bereksplorasi. Hindari memberikan larangan atau memarahi anak. Jika orang tua merasa ada hal yang tidak berkenan untuk dilakukan anak, berikan sebuah pengertian kepada anak melalui kata-kata yang mudah dipahami oleh mereka. Sebaiknya orang tua menghindari pengucapan kata “jangan!” kepada anak karena akan menimbulkan rasa takut pada anak.

Ilustrasi anak merasa takut saat dimarahi oleh orang tua ketika sedang bereksplorasi (sumber : https://pixabay.com/id/)

Laurence Gratia Rodame Sinambela

Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Kristen Satya Wacana