Konten dari Pengguna

Mahasiswa FBD 05 UB Ajak Anak SD Negeri 2 Wiyurejo Jadi Anak BIJAK Berteknologi

Laya Kamila Fauzy

Laya Kamila Fauzy

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Laya Kamila Fauzy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Universitas Brawijaya mengadakan Edukasi Etika Berteknlogi di SD Negeri 2 Wiyurejo.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Universitas Brawijaya mengadakan Edukasi Etika Berteknlogi di SD Negeri 2 Wiyurejo.

Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat anak-anak semakin akrab dengan gadget sejak usia dini. Namun, tanpa bimbingan yang tepat, penggunaan teknologi bisa menimbulkan dampak negatif. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Universitas Brawijaya menginisiasi program edukasi “BIJAK” bagi anak-anak di SD Negeri 2 Wiyurejo, Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, pada Senin (14/07/2025).

Program edukasi ini merupakan bagian dari Fisip Bakti Desa (FBD), sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya. Melalui program BIJAK, diharapkan anak-anak Desa Wiyurejo dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, santun, dan aman dalam memanfaatkan teknologi.

Dalam pelaksanaannya, anak-anak tidak hanya mendapat penjelasan, tetapi juga diajak bermain melalui berbagai ice breaking, kuis interaktif, dan diskusi singkat. Metode ini membuat suasana belajar menjadi seru, sehingga materi mudah dipahami dan diingat.

Antusiasme anak-anak SD Negeri 2 Wiyurejo mengikuti pembelajaran sambil bermain.

Mengenal Program BIJAK

Program BIJAK dirancang untuk mengajarkan nilai-nilai etika dalam penggunaan teknologi secara sederhana dan menyenangkan, khususnya bagi anak-anak sekolah dasar yang kini semakin akrab dengan gadget dan dunia digital. Setiap elemen dalam akronim BIJAK mengandung pesan penting:

  1. Berhati-hati mengingatkan anak agar waspada terhadap bahaya di internet, seperti konten negatif, akun palsu, atau pesan dari orang yang tidak dikenal.

  2. Izin dulu mengajarkan pentingnya meminta persetujuan orang tua atau guru sebelum mengakses aplikasi, mengunggah foto, atau menggunakan perangkat digital milik orang lain.

  3. Jangan sembarang posting mengedukasi anak agar berpikir sebelum membagikan sesuatu di media sosial, menjaga sopan santun, serta tidak menyebarkan hoaks atau komentar yang menyakitkan.

  4. Aktif positif mendorong anak untuk menggunakan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, dan berbuat baik, bukan hanya untuk hiburan semata.

  5. Kontrol waktu mengingatkan bahwa penggunaan gadget harus seimbang dengan aktivitas lain seperti belajar, bermain di luar, berinteraksi langsung, dan istirahat yang cukup.

Kenapa Anak Harus BIJAK di Dunia Digital?

Anak-anak saat ini sudah sangat terbiasa menggunakan ponsel dan perangkat digital lainnya untuk bermain game, menonton video, maupun berinteraksi di media sosial. Meski terlihat wajar dan umum, kebiasaan ini bisa menjadi pisau bermata dua. Tanpa pendampingan dan panduan yang tepat, penggunaan teknologi sejak dini justru berisiko menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan anak. Beberapa risiko yang dapat muncul antara lain:

  • Terpapar konten yang tidak sesuai usia, seperti kekerasan, ujaran kebencian, atau materi yang belum mereka pahami.

  • Memberikan data pribadi kepada orang asing, yang dapat membuka celah terjadinya penipuan atau pencurian identitas.

  • Mengalami cyberbullying, yaitu perundungan secara daring yang bisa berdampak pada kondisi mental dan emosional anak.

  • Kecanduan layar atau penggunaan gadget berlebihan, yang dapat mengganggu waktu belajar, istirahat, serta mengurangi interaksi sosial secara langsung.

Melalui program BIJAK, anak-anak diajak untuk menyadari risiko-risiko tersebut sejak dini dan belajar bagaimana bersikap saat berada di dunia digital. Tidak hanya diajarkan untuk mengenali mana yang aman dan mana yang berbahaya, mereka juga didorong untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan baik dalam berteknologi.