Konten dari Pengguna

Pengaruh KDRT Terhadap Mental Anak

Muhammad Lazuardi Ilham

Muhammad Lazuardi Ilham

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Lazuardi Ilham tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

source image : pexels.com/RODNAE production
zoom-in-whitePerbesar
source image : pexels.com/RODNAE production

Kekerasan dalam rumah tangga umumnya dilakukan pada pasangan yang sudah menikah. Bagi pasangan yang sudah memiliki anak, tindak kekerasan dalam rumah tangga sangat berpengaruh terhadap kondisi anak. Mereka akan mempunyai tekanan hidup yang berpotensi buruk bagi kesehatan mental mereka. Dikutip dari lembaga swadaya masyarakat inggris, ada satu dari tujuh anak di bawah usia 18 tahun setidaknya pernah hidup berdampingan dengan kekerasan dalam rumah tangga.

Kekerasan dalam rumah tangga berdampak secara langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung berarti anak benar-benar merasakan kekerasan dari anggota keluarganya. Dampak tidak langsung berarti anak tidak menerima kekerasan terhadap dirinya, tetapi anak mendengar atau melihat anggota keluarganya melakukan kekerasan terhadap anggota keluarga yang lain.

Agar tahu lebih dalam mengenai pengaruh kekerasan dalam rumah tangga terhadap kesehatan mental anak, berikut efek yang ditimbulkan apabila anak melihat kejadian kekerasan dalam rumah tangga :

1. Gangguan stres pascatrauma

Trauma kekerasan dalam rumah tangga bisa menyebabkan otak anak yang sedang berkembang mengalami perubahan yang berbahaya. Perubahan ini menyebabkan perubahan pola tidur, mimpi buruk, dan kesulitan untuk fokus.

2. Menimbulkan perilaku agresif

Ketika anak melihat kekerasan secara langsung, mereka cenderung akan bertindak sebagai reaksi terhadap situasi tersebut. Mungkin berkelahi, mencoba narkoba, minum-minuman yang mengandung alkohol, dan terlibat aktivitas seksual yang berisiko.

3. Pelecehan fisik

Dalam banyak kasus, anak yang tinggal dalam rumah tangga yang mengalami kekerasan, biasanya cenderung terlibat dalam kekerasan rumah tangga itu sendiri. Pasangan yang terlibat kekerasan dalam rumah tangga pasti mempunyai sifat yang kasar, dan bisa melakukan tindakan yang menyakiti anak misalnya memukul atau memarahi anak dengan kata-kata yang tidak baik.

4. Menyakiti diri sendiri

Perilaku ini adalah salah satu dampak dari kekerasan dalam rumah tangga, hal ini disampaikan oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Nasional Australia, Megan Mitchell sebagaimana dikutip dari Australian Human Rights Commision. “Anak yang hidup dengan kekerasan keluarga dan domestik tidak hanya berisiko tinggi mengalami kekerasan emosional, fisik, dan seksual. Kini, kami mengetahui bahwa mereka juga berisiko tinggi memiliki ide-ide untuk bunuh diri dan menyakiti diri sendiri secara sengaja,” kata Megan.

Daftar pustaka

Kumparanwoman, Dampak Memilukan KDRT Terhadap Kesehatan Mental Perempuan & Anak, kumparan.com.

Gendis Hanum Gumintang, 11 Dampak KDRT Terhadap Anak Yang Jarang Diketahui, dosenpsikologi.com

Anna Maria Anggita, Ganggu Kesehatan Mental, Ini 5 Dampak Buruk Bagi Anak Yang Melihat Situasi KDRT, parapuan.co.

Storimini, Pengaruh Mental Pada Perempuan dan Anak akibat KDRT, jalastoria.id.