Konten dari Pengguna

Tidak Semua Obat Oles Itu Sama: Edukasi Obat Setengah Padat bagi Masyarakat

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Leli Rohmatus Syahada tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Obat oles salah menjadi satu jenis obat yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mengalami gatal, luka ringan, iritasi kulit, atau nyeri otot, banyak orang langsung mengambil obat yang tersedia di rumah dan menggunakannya sesuai pengalaman sebelumnya. Namun, dibalik penggunaannya yang cukup familiar di masyarakat, masih banyak yang belum mengetahui bahwa obat oles memiliki berbagai bentuk sediaan dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Salep, krim, gel, pasta, linimenta, maupun sapo kalinus sering kali dianggap sebagai jenis obat yang sama karena sama-sama digunakan dengan cara dioleskan pada kulit. Padahal, setiap sediaan memiliki karakteristik, fungsi, dan cara penggunaan yang berbeda-beda. Pemahaman yang kurang mengenai hal tersebut dapat menyebabkan penggunaan obat yang kurang tepat dan mengurangi manfaat yang seharusnya diperoleh.

Melihat masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai sediaan obat setengah padat, saya, Leli Rohmatus Syahada, bersama rekan-rekan Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melakukan kegiatan edukasi kesehatan kepada ibu-ibu PKK RT 12/RW 04 di Kelurahan Sukorejo, Bojonegoro. Kegiatan ini merupakan bagian dari project mata kuliah farmakologi yang dibimbing oleh Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.M.B.

Gambar 1: Interaksi dengan Ibu-Ibu PKK di Bojonegoro

Kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Mei 2026 ini diikuti oleh sekitar 20 peserta dan berlangsung secara interaktif melalui sesi penyampaian materi, diskusi, serta tanya jawab.

Topik ini dipilih karena sediaan obat setengah padat merupakan salah satu bentuk obat yang sering dijumpai dan digunakan oleh masyarakat. Meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antar sediaan maupun cara penggunaan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal berbagai jenis sediaan obat setengah padat beserta fungsi, karakteristik, cara penggunaan, dan cara penyimpanannya yang benar.

Gambar 2: Proses penyampaian edukasi sediaan obat setengah padat

Untuk membantu peserta memahami materi dengan lebih mudah, penyuluhan didukung dengan berbagai media edukasi seperti poster, leaflet, dan papan obat. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai penggunaan obat yang biasa dilakukan di rumah. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari perbedaan antara salep dan krim hingga cara menyimpan obat agar kualitasnya tetap terjaga. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa informasi kesehatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Salah satu temuan menarik selama kegiatan berlangsung adalah masih adanya anggapan bahwa semua obat oles memiliki fungsi dan cara penggunaan yang sama. Beberapa peserta mengaku baru mengetahui bahwa salep, krim, gel, pasta, obat gosok, dan sapo kalinus memiliki karakteristik yang berbeda. Sebagai contoh, peserta baru memahami bahwa gel umumnya memberikan sensasi lebih sejuk pada kulit, sedangkan salep memiliki tekstur yang lebih berminyak sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kondisi yang dialami. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai bentuk sediaan obat masih perlu dilakukan agar masyarakat dapat menggunakan obat secara lebih tepat dan aman.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi siswa. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan kesempatan untuk menerapkan ilmu farmakologi yang telah dipelajari selama perkuliahan sekaligus melatih kemampuan komunikasi kesehatan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa tenaga kesehatan tidak hanya berperan dalam pelayanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa informasi kesehatan yang tampak sederhana sering kali masih menjadi kebutuhan masyarakat. Pemahaman mengenai perbedaan salep, krim, gel, pasta, obat gosok, maupun sapo kalinus mungkin terlihat dalam ukuran hal kecil. Namun, dari pemahaman sederhana di atas, masyarakat dapat menggunakan obat secara lebih tepat, aman, dan rasional dalam kehidupan sehari-hari.

________________________________________________

Dosen Pembimbing:

Hafna Ilmy Muhalla, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.M.B.