Kaukah?

Jika kau Mencintaku maka kau akan tau rasanya berjuang untuk mendapatkanku 😊😇
Tulisan dari Lenna Urwatil Wusqo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ketika itu, ketika semuanya ku rasa tampak semu. Yang seolah enggan untuk menuliskan lagi kisah yang akan jatuh perih. Aku berlari sekuat tenaga dikala itu agar aku mampu membuktikan betapa hebatnya aku tanpa mereka. Namun, sering kali aku menyembunyikan hasrat untuk terus terlihat tanpa terluka. Hari demi hari ku arungi dengan kebahagiaan semu.
Waktu itu, seseorang yang selalu mencoba membuatku bahagia di setiap saat. mencoba membantuku untuk dapat menggapai angan dan mimpiku yang akhirnya terwujud nyata. Dialah seolah malaikat pemberi energi selain malaikat tanpa sayapku. Aku bahagia ketika bersamanya. Menikmati hidup yang apa adanya. Bukanlah sesosok makhluk ciptaan tuhan yang tinggi tegap perkasa. Namun dia, di kala itu menjadi satu dan segala-galanya. Ku nikmati hari demi hari, bulan demi bulan bahkan tahun demi tahunpun mampu ku lalui sampai akhirnya aku menyerah padanya. Ku kembalikan hatinya yang ada padaku dan ku tinggalkan dia menepi. Bahkan hingga menjadi tanda tanya besar padanya. Apa yang membuatku menyudutkan dia disana sendiri. Sedangkan aku mulai menatap hariku yang ku anggap redup.
Ku coba memulai hari dimana saat itu seseorang menghibur dengan caranya. Membuat aku lupa akan bagaimana sesosok orang yang pernah bahagia bersamaku sebelum bersamanya. Dia melebihi apapun. Dia punya apa yang tidak aku punya. Dia bisa membuatku nyaman. hingga aku tak perlu lagi rasanya pergi kebukit untuk mencari keinginanku. Aku terus berusaha kuat memiliki rasa padanya. Dia membuatku terlena, dia bisa membujukku dengan cintanya yg ajaib dan aneh. Aku percaya dia. Sama sekali tidak terlintas untuk tidak mempercayainya. Sampai datanglah rasa cinta pada hati ini. Dan akhirnya dia memilih untuk menghilang. Menghilang kembali dari hidupku dan menghancurkan harapan yang mulai aku bangun sendiri agar bisa bersamanya. Sakit rasanya, dengan pengakuan yang aku dapat pada saat ulang tahunku yang genap ke 21 tahun dan di iringi dengan lebaran idul fitri pada tahun lalu. Hatiku kembali menuai luka. Cinta yg sudah mulai bersemi akhirnya di basmi dengan racun yang membunuh dengan seketika. Aku kecewa, rasanya tersiksa dengan rasa yang harus ku hadapi. Tapi apalah daya, tuhan menguji cintaku. Tuhan memberi pilihan yang salah sampai nantinya aku menemukan pilihan yang tepat yang akan aku jadikan satu-satunya pilihan yang akan singgah di sisi hatiku.
Berbulan-bulan aku menghadapi kesendirian. Sahabatku selalu memberikan semangat agar terus bisa menghadapi segala sesuatunya. Aku rindu kenanganku. Selalu merindukan mereka yg pernah berdampingan denganku waktu itu. Mencoba kembali mendamaikan hati yang enggan rasanya untuk memiliki rasa kepada makhlum ciptaan tuhan yang satu itu. Tetapi tuhan amatlah baik padaku. Dia kirimkan kembali seseorang dengan caranya. Caranya yang mengagungkan. Ntahkah itu nyata entahkah semu. Tapi aku tidak mengacuhkan rasa. Aku kembali mengingat mereka yg pernah mengecewakanku. Tanpa menyerah dia membuatku jatuh cinta kembali. Hanya dia satu-satunya laki-laki yang benar-benar rasanya membuat aku menjadi diriku. Tanpa malu dengan sifat konyolku. Yang enggan marah jika aku sering buat kecewa. Awal padanya, tak ingin ku berikan hatiku. Aku takut dia membuat raga dan jiwaku kembali terluka. Aku takut, jika dia lelaki yang tuhan berikan sama saja dengan lelaki yang pernah ku kenal sebelumnya. Tetapi tuhan memberiku rasa cinta padanya yang hingga kini belum dapat aku padamkan dari dalam hatiku. Aku berharap tuhan menjagaku dan menjaganya agar aku tak kembali kecewa dan dialah yang akan membahagiakanku, sekarang, esok, dan seterusnya.
