3 Ciri Orang Munafik

Ilmu dan iman harus menjadi lentera dalam menyambut Ramadhan.
Tulisan dari Lentera Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Munafik atau nifak merupakan suatu perilaku dimana perbuatan tidak sesuai dengan maksud hati melakukannya. Seorang munafik selalu menyembunyikan maksud di balik suatu perbuatan. Bisa juga dikatakan sebagai bermuka dua.
Perilaku munafik dalam Islam merupakan salah satu perbuatan tercela yang dapat mencelakai orang lain dan sangat dibenci Allah SWT.
Ciri-ciri orang munafik ada 3 menurut Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Rasulullah SAW bersabda: Tanda orang munafik tiga; apabila berkata ia berbohong, apabila berjanji mengingkari, dan bila dipercaya mengkhianati.”
Berbohong dalam berucap merupakan ciri pertama orang munafik. Tentunya dalam hal ini berbohong yang dilakukan adalah bohong yang dapat merugikan orang lain meskipun hanya untuk bahan candaan. Perbuatan berbohong seperti ini sifatnya haram. Seperti dalam hadis dari Bahaz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya:
وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ
“Rasulullah SAW bersabda: celaka bagi orang yang berbicara lalu bohong agar orang-orang ketawa. Sungguh celaka dia. Celaka dia.”
Ciri kedua orang munafik adalah mengingkari janji. Sangatlah penting bagi kita untuk selalu menjaga lisan, apalagi dalam pengucapan kata “janji”. Janganlah mengucap janji apabila kita tahu tidak dapat menepatinya karena janji adalah sama dengan utang yang harus dibayar atau sumpah yang tak boleh dilanggar. Sebagaimana Allah SWT berfirman:
وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُوْلاً
“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra’: 34).
Seseorang yang munafik juga bercirikan orang yang pengkhianat. Orang yang berkhianat berarti perbuatannya dan ucapannya tidak dapat dipercaya. Sebagaimana yang telah diriwayatkan dalam hadis riwayat Ashabu As-Sunan:
“Tunaikanlah amanat itu kepada orang yang telah mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu.”
Dalam suatu hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Dalam timbangan amal perbuatan tidak ada sesuatu yang lebih berat daripada akhlak baik.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Perilaku munafik hanyalah salah satu dari banyak sekali perbuatan tercela lainnya. Baik bagi kita untuk selalu menjauhi perbuatan buruk dan selalu berusaha untuk menjadi orang yang berperilaku terpuji. Sungguh dengan banyak berdoa dan berusaha berperilaku baik, dapat menjadi ladang amal kita kelak di akhirat.
