Ayat Alquran yang Mengajarkan Cara Hadapi Wabah

Ilmu dan iman harus menjadi lentera dalam menyambut Ramadhan.
Tulisan dari Lentera Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Virus corona yang sedang mewabah di dunia ini membuat kehidupan masyarakat menjadi sulit. Hampir setiap sendi kehidupan terpengaruhi oleh virus yang ditemukan akhir tahun 2019 ini.
Menurut Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia, per 16 April 2020, lebih dari 1,9 juta pekerja di Indonesia di-PHK dan dirumahkan. Sementara pekerja di sektor informal lain juga terkena imbas pandemi corona.
Ditambah lagi, situasi ini terjadi bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah yang dinanti-nanti setiap tahunnya.
Ramadhan kali ini mungkin akan terasa berbeda dari tahun sebelumnya, tidak akan ada suasana ramai-ramai orang mencari takjil menjelang berbuka, masyarakat berkumpul untuk berbuka puasa bersama, takbir keliling ataupun kebersamaan lainnya.
Meski begitu, yakin lah semua yang terjadi ini pasti akan berlalu. Seperti firman Allah dalam surat Al-Insyirah ayat 5, setelah kesulitan pasti ada kemudahan.
Sebagai orang beriman, kita harus yakin bahwa Allah menciptakan penyakit satu paket beserta obatnya. Namun, meski begitu, kita harus tetap bersabar dalam menghadapi pandemi ini. Allah menjanjikan banyak imbalan untuk orang yang sabar.
Allah berfirman dalam QS An-Nahl: 96, bunyinya;
مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٍ ۗ وَلَنَجْزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓا۟ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sungguh Kami akan benar-benar memberi balasan kepada orang-orang yang bersabar dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.”
Dalam ayat lain, Allah juga berfirman;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqarah: 153).
Menurut Imam Al Ghazali, kesabaran itu memiliki kedudukan yang paling tinggi. Derajat kesabaran dalam menghadapi musibah hanya dapat diperoleh dengan meninggalkan kesedihan yang amat dalam. Imam Al Gazali merupakan filsuf cum teologi muslim Persia.
Selain itu, sikap lain yang bisa diterapkan dalam menghadapi wabah corona ini adalah dengan beristighfar, meminta ampunan atas segala dosa, kesalahan dan kealpaan.
Meski dengan semua kekacauan dan kerusakan yang ditimbulkan wabah corona, sebaiknya dihadapi dengan tawakal dan tenang. Sebab ketenangan bisa menjadi sebagian obat.
Hal itu sesuai dengan perkataan Ibnu Sina, seorang filsuf, ilmuwan sekaligus dokter pada abad ke-10. Menurut Ibnu Sina;
الوَهْمُ نِصْفُ الدَّاءِ وَالاطْمِئْنَانُ نِصْفُ الدَّوَاءِ وَالصَّبْرُ بِدَايَةُ الشِّفَاءِ
“Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah permulaan kesembuhan."
(RZL/SLM)
