Konten dari Pengguna

Doa Berbuka Puasa: Versi Pendek dan Lengkap

Lentera Ramadhan

Lentera Ramadhan

Ilmu dan iman harus menjadi lentera dalam menyambut Ramadhan.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lentera Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi buka puasa bersama keluarga. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buka puasa bersama keluarga. Foto: Shutterstock

Momen buka puasa selalu ditunggu-tunggu. Ketika sudah berbuka, kita kerap tergesa-gesa mengucapkan doa bahkan mungkin melewatkannya karena dikejar oleh nafsu lapar.

Ada pilihan membaca doa buka puasa dengan hadits yang beragam, semua disesuaikan dengan keyakinan kita.

Bacaan doa berbuka puasa yang paling lazim dibaca masyarakat, yaitu “Allâhumma laka shumtu wa bika âmantu wa ‘alâ rizqika afthartu,”.

Atau lebih singkat lagi, “Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu,” bersumber dari riwayat Imam Bukhari dan Muslim

Nah, ada lagi doa yang lebih lengkap dan bisa kita lafalkan sembari menunggu beduk berbunyi.

Dikutip NU Online, Madzhab Syafi’i menggabungkan doa riwayat Imam Bukhari dan Muslim dengan doa riwayat Abu Dawud berikut ini:

للّهُمَّ لَكَ صُمْتُ( ويسن أن يزيد على ذلك وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu) dianjurkan menambahkan lafal, wa bika âmantu, wa bika wa ‘alaika tawakkaltu. Dzahabaz zhama’u, wabtallatil ‘urûqu, wa tsabatal ajru, insyâ Allah. Yâ wâsi‘al fadhli, ighfir lî. Alhamdulillâhil ladzî hadânî fa shumtu, wa razaqanî fa afthartu,” (Lihat Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Bujairimi alal Khatib, [Beirut, Darul Fikr: 2006 M/1426-1427 H], juz II, halaman 385).

Arti dari doa di atas adalah:

Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap. Wahai Zat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.