Konten dari Pengguna

Kisah Teladan tentang Pentingnya Bersyukur dari Si Kaya dan Si Miskin

Lentera Ramadhan

Lentera Ramadhan

Ilmu dan iman harus menjadi lentera dalam menyambut Ramadhan.

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lentera Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengajarkan anak berdoa, Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengajarkan anak berdoa, Shutterstock

Syukur dalam ilmu tasawuf merupakan ucapan atau sikap dan perbuatan terima kasih kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia yang diberikan. Nikmat yang diberikan Allah SWT kepada manusia sangat banyak dan bentuknya bermacam-macam. Setiap hembusan nafas manusia dalam hidup tidak pernah lepas dari nikmat Allah SWT.

Agus Susanto, dalam bukunya dengan judul Takdir Allah Tak Pernah Salah menceritakan tentang kisah hati yang bersyukur pada zaman Nabi Musa.

Suatu hari Nabi Musa didatangi oleh orang miskin dengan pakaian lusuh dan compang-camping. Si miskin berkata kepada Nabi Musa, " Wahai Nabi Allah, doakanlah untukku agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya raya."

Nabi Musa pun tersenyum mendengar permintaan itu, beliau berkata, "Saudaraku, perbanyaklah bersyukur kepada Allah SWT." Si miskin tentu saja terkejut, dengan kesal ia berkata "Bagaimana aku bisa bersyukur, sedangkan kondisiku seperti ini." Akhirnya si miskin meninggalkan Nabi Musa dengan perasaan kecewa.

Di kesempatan lain, ada orang kaya yang juga menghadap Nabi Musa, dia berkata, "Wahai Nabi Allah, tolong sampaikan kepada Allah SWT, agar aku dijadikan orang miskin sehingga aku tidak terganggu dengan hartaku.”

Nabi Musa pun tersenyum, lalu berkata, "Wahai saudaraku, mulai saat ini berhenti lah bersyukur kepada Allah SWT.”

Mendengar jawaban Nabi, orang kaya itu berkata, " Wahai Nabi Allah, bagaimana mungkin aku tidak bersyukur kepada Allah SWT dengan semua karuniaNya yang dilimpahkan kepadaku? Allah SWT telah memberikan aku mata yang dengannya aku dapat melihat. Memberiku telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah SWT juga telah menganugerahkan aku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberikan aku kaki yang dengannya aku dapat berjalan.”

Singkat cerita setelah kejadian itu, terjadi perubahan mencolok kepada keduanya, si miskin yang tidak mau bersyukur semakin miskin dan si kaya menjadi semakin kaya dan hidup bahagia karena selalu bersyukur kepada Allah.