Konten dari Pengguna

Mengapa yang Halal Lebih Baik daripada yang Haram, meski Sedikit?

Lentera Ramadhan

Lentera Ramadhan

Ilmu dan iman harus menjadi lentera dalam menyambut Ramadhan.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lentera Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jemaah di Masjidil Haram. Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah di Masjidil Haram. Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR

Perkara halal dan haram memang bukanlah yang mudah. Terkadang hal-hal yang haram terlihat menggiurkan, apalagi dalam jumlah banyak. Meski begitu, Al-quran telah memberikan batasan yang jelas. Petunjuk itu itu tertulis dalam Surat Al-Maidah ayat 100.

قُل لَّا يَسْتَوِى ٱلْخَبِيثُ وَٱلطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ ٱلْخَبِيثِ ۚ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Qul lā yastawil-khabīṡu waṭ-ṭayyibu walau a'jabaka kaṡratul khabīṡ, fattaqullāha yā ulil-albābi la'allakum tufliḥụn

Artinya: Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan

Dalam buku Tafsir Inspiratif (2018) yang ditulis Tata Taufik, Ibnu Katsir menafsirkan bahwa sedikit yang halal dan bermanfaat lebih baik daripada yang haram dan membahayakan walaupun jumlahnya banyak.

Hal itu senada dengan hadist yang diriwayatkan Abu Al-Qasim Al-Bawi yang menceritakan Tsa’labah Ibn Hathib dari Kaum Anshar.

“Wahai Rasulullah, doakanlah agar Allah memberiku harta,” pinta Tsa'labah.

Lalu, Rasulullah menjawab, yang sedikit kamu syukuri lebih baik dari yang banyak kamu tidak kuat mensyukurinya.

Sementara itu, ahli tafsir As-Sa’di mengartikan ayat Al-Maidah 100 itu agar manusia menghindari keburukan dan memotivasi untuk kebaikan. Sebab, tidak sama segala sesuatu yang baik dan yang buruk. Iman tidak sama dengan kekufuran, ketaatan tidak sama dengan maksiat.

Lalu, Allah memerintahkan orang yang berakal dan memiliki pandangan agar bertakwa. Allah akan memberikan kabar keberuntungan berdasarkan ketakwaan seseorang dalam menjalani perintah dan menjauhi laranganNya.

Dari ayat tersebut, terdapat hikmah yang bisa diambil. Pertama, kebaikan dan keburukan atau halal dan haram tidak hanya harta, tetapi juga dalam berbagai hal misalnya saja soal makanan. Lalu, keburukan (haram) terkadang terlihat lebih menarik dan menggiurkan. Ketiga, orang yang membedakan halal dan haram dinilai memiliki akal sehat dan pandangan lurus. Terakhir, sedikit halal lebih baik daripada haram.