Konten dari Pengguna

Pentingnya Menjaga Lisan di Era Media Sosial Menurut Alquran dan Hadis

Lentera Ramadhan

Lentera Ramadhan

Ilmu dan iman harus menjadi lentera dalam menyambut Ramadhan.

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lentera Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi saling berbicara. Foto: rawpixel/pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi saling berbicara. Foto: rawpixel/pixabay

Di era media sosial (medsos) seperti saat ini, ucapan tak hanya keluar dari mulut. Beragam medsos yang ada memudahkan kita untuk mengatakan dan melakukan apapun yang kita ingin.

Dahulu, sebelum medsos lahir apabila ingin berinteraksi manusia harus bertemu, atau minimal melalui sambungan telepon.

Namun, saat ini setiap saat orang bisa berinteraksi tanpa bertemu. Bahkan ucapan bisa keluar tak hanya melalui lisan, jemari kita pun saat ini bisa ‘berbicara’.

Media sosial menjadi riuh dengan berbagai hal dan perkataan. Baik perkataan yang mengandung kebaikan, maupun saling sindir hingga fitnah. Padahal, manusia dianjurkan untuk diam ketimbang mengatakan sesuatu yang tidak baik.

kumparan post embed

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari bersabda bahwa, keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.

"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam."

Berselancar di dunia maya membuat kita melakukan banyak hal. Tentu, dari sekian banyak hal yang kita lakukan berpotensi menyinggung orang lain.

Lisan kita bisa menjadi tajam melalui status dan unggahan yang kita buat. Padahal, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah juga pernah bersabda:

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

"Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan."

Banyak Omong, Banyak Bicara Foto: Pixabay

Selain itu, Allah juga telah memperingatkan manusia mengenai pentingnya menjaga lisan. Sebab, akan selalu ada malaikat yang tak akan luput mencatat setiap ucapan manusia, baik ataupun buruk. Hal tersebut Allah Ta'ala firmankan dalam surah Qaaf ayat 18;

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya; "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."

Sehingga, menurut hadis dan firman Allah. Sebaiknya manusia memang harus bisa menjaga lisan. Apalagi di era media sosial seperti saat ini.

Daripada bergosip atau bergunjing mengenai persoalan yang belum tentu benar, apalagi menjurus ke fitnah, manusia hendaknya lebih baik diam.

(RZL/SLM).