Konten dari Pengguna

Meski Banyak Lokasi Wisata Baru di Ambon,Pantai Hunimua Tetap Diminati

Lentera Maluku

Lentera Malukuverified-green

Mencerdaskan dan Menggerakkan

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lentera Maluku tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantai Hunimua, Negeri Liang., Kecamatan Salahutu. DOk RL
zoom-in-whitePerbesar
Pantai Hunimua, Negeri Liang., Kecamatan Salahutu. DOk RL

Lentera Maluku- Ambon. Pantai Hunimua merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Maluku Tengah, tepatnya di Negeri Liang Kecamatan Salahutu, memiliki hamparan pasir putih, dan air yang jernih kebiruan. Lokasinya yang masih sepulau dengan kota Ambon, menjadikanya untuk mudah dijangkau. Tidak heran jika pantai Hunimua kerap menjadi pilihan para wisatawan untuk tempat berlibur.

Akan tetapi, belakangan ini di Maluku, khususnya pulau Ambon banyak dijumpai lokasi wisata baru yang tentunya memiliki karakter alam dan tawaran fasilitas yang lebih unik dan menarik. Apalagi posisi negeri Liang yang secara geografis diapit oleh dua desa tetangga yakni negeri Waai dengan tempat Wisata Rumah Pohonnya, kemudian negeri Morella yang memiliki sembilan pantai wisata.

Lokasi Metiela Terapung-Pantai Hunimua, dengan kejernihan laut yang membiru. Dok RL

Meskipun banyak adanya tempat wisata baru, tapi tidak mengurangi pengunjung untuk sekedar memanjakan mata pada kejernihan lautnya. Bahkan para penjual jajanan mengaku tidak mengalami penurunan biaya pendapatan melainkan terjadi sedikit peningkatan.

Dari hasil pantauan Lentera Maluku, Jumat (15/02). Aktivitas para penjual di pantai Hunimua masih sama seperti dulu, bahkan di pantai ini juga sering digunakan untuk berbagai macam kegiatan.

Pantai Hunimua: Nampak anak-anak muda sedang menikmati keindahan pantainya. DOk RL

Suasana Pantai Hunimua pada Jumat 15/2/2019. Dok Red

Siti Lating salah satu warga Liang yang berjualan di pantai ini mengaku bahwa dirinya sudah lama mengais rezki di pantai Hunimua, bahkan ketika adanya tempat wisata baru pun hasil jualanya tidak mengalami penurunan.

"sejak dulu saya sudah disini, dari belum ramai seperti yang ada sekarang, saya menjual nasi kuning, dulu pernah menjual rujak dengan harga berkisar Rp.5000 – Rp. 10.000 dan sekitar tahun 2010-2014 harga rujak naik 15.000/porsi, kenaikan ini karena sudah ada pengunjung yang sering datang setiap hari libur.", ujar Latin.

Siti Lating penjual nasi kuning dan jajanan lainnya di Pantai Hunimua. Dok Red

Dalam lanjutannya, harga penjualan tidak berpengaruh ketika dibukannya tempat-tempat wisata baru, dalam sehari Siti Lating biasa mendapat keuntungan sebesar Rp.300.000, namun jika di hari libur dia bisa mendapat yang lebih banyak dengan kisaran satu sampai dua juta per hari. (LM2)