Konten Media Partner

Dukung Ambon Sebagai Kota Musik, LASQI Gelar Festival Seni dan Qasidah

Lentera Maluku

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Acara Pembukaan Festival Seni dan Qasidah Gambus di Kota Ambon (28/8). Dok : Afifah
zoom-in-whitePerbesar
Acara Pembukaan Festival Seni dan Qasidah Gambus di Kota Ambon (28/8). Dok : Afifah

Lentera Maluku. Dalam upaya menjadikan Kota Ambon sebagai Kota Musik, Pemerintah Daerah terus melakukan usaha-usaha yang berhubungan dengan penyelenggaraan musik. Salah satunya adalah Festival Seni dan Qasidah Gambus Skala Besar tingkat Kota Ambon.

Lewat pagelaran festival seni qasidah tersebut, diharapkan dapat memajukan kebudayaan Islam, sekaligus turut memberikan sumbangsih menuju penobatan Kota Ambon, sebagai kota musik oleh UNESCO pada bulan November 2019 mendatang.

Dalam sambutan Ketua Umum DPD LASQI Kota Ambon, Radhiyah Zhavira Syarif S.Kom., ia mengatakan sebagai kota musik, Ambon tidak hanya diwarnai musik bernuansa pop, jazz, dan musik sejenis lainnya saja, tetapi juga musik-musik bernuansa religius yang sarat dengan nilai-nilai pembentukan karakter. Ini berarti bahwa seni qasidah memiliki posisi yang sama dengan musik bergenre lainnya, yang akan menghiasi Ambon sebagai kota musik.

Suasana acara pembukaan festival seni dan qasidah gambus (28/8). Dok : Lentera Maluku

Pagelaran musik bernuansa Islami tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi, Hamim Bin Taher di Gedung Ashari, Rabu (28/8). Dihadiri juga oleh pejabat pemerintah kota dan provinsi.

Acara yang direncanakan akan berlangsung selama 3 hari ini, menampilkan beberapa kategori lomba, diantaranya Bintang Vokalis Anak-anak Putra-Putri, Bintang Vokalis Remaja Putra-Putri, Bintang Vokalis Dewasa Putra-Putri, Bintang Vokalis Pop Religi Putra-Putri, Grup Rebana Klasik Remaja Putra-Putri, Grup Rebana Klasik Dewasa Putra Putri, dan Kategori Kolaborasi.

Perhelatan musik Islami itu mengusung tema “Dengan Seni Qasidah, Mari Jadikan Ambon Pono deng Musik”, sesuai dengan perjalanan masuknya agama Islam di Maluku yang menjadikan seni sebagai media dakwah.

Perlombaan ini diikuti oleh siswa-siswi se-Kota Ambon, sejak tanggal 28--30 Agustus 2019. Sebagai warga kota Ambon, sudah sepatutnya mendukung upaya yang dilakukan pemerintah untuk memajukan daerah ini. (LM3)