Pencarian populer
PUBLISHER STORY
13 Juni 2019 22:29 WIB
2
0

Foto: Meriahnya Pesta Budaya di Negeri Morella, Maluku Tengah

Peserta Hadrat sedang memukul rebana pada karnaval budaya. (12/6).

Lentera Maluku- Salah satu daya tarik Negeri Morella, Maluku Tengah, selain memiliki delapan lokasi wisata pantai, Negeri ini setiap tahun melaksanakan pesta budaya. Tepatnya pada setiap tujuh hari setelah Lebaran.

Meskipun secara geografis Negeri Morella berada di Pulau Ambon, namun secara administrasi termasuk dalam Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Penyulutan obor Kapitan Telukabessy. (12/6).

Hampir setiap minggu, Negeri Morella dipadati oleh para wisatawan. Mereka datang untuk menikmati hari libur di tepian pantai bersama keluarga hingga menyalurkan hobi mereka yakni diving dan snorkeling.

Perahu Yala pada karnaval budaya (12/6).

Tak hanya wisata alamnya saja yang menarik, di Negeri Morella wisata budaya juga memiliki daya tarik tersendiri. Wisata budaya ini, dilaksanakan setiap setahun sekali. Selain itu, di Negeri Morella, kita juga bisa nikmati wisata sejarah yang unik.

Tari hadrat yang dimainkan oleh anak-anak pada karnaval budaya Morella (12/6).

Tradisi budaya tahunan ini selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat, salah satu kegiatan yang ditampilkan ialah tradisi adat Atraksi Pukul Sapu Lidi.

Atraksi Tun Teha Usai oleh anak-anak, pada karnaval budaya Morella (12/6).

Ada pula kegiatan Karnaval budaya yang melibatkan anak-anak, remaja dan ibu-ibu yang disuguhkan untuk menghibur para wisatawan.

Dalam karnaval tersebut, para peserta memperlihatkan keterwakilan dari semua unsur yang ada di Morella. Mulai dari nama marga, replika rumah pusaka, budaya perkawinan, tari-tarian adat dan lain-lain.

Tidak hanya karnaval budaya dan atraksi Pukul Sapu Lidi, namun juga diadakan pameran benda-benda bersejarah, lomba lari untuk remaja, dan beberapa lomba lainnya.

Tari Saliwangi pada acara Atraksi Pukul Sapu Lidi Morella. (12/6).,

Acara pesta budaya ini, biasanya dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIT hingga sore hari. Menariknya usai melaksanakan tradisi Pukul Sapu Lidi, masyarakat Negeri Morella bersama masyarakat dari Negeri Waii, Soya dan Negeri Kaibobu, akan berkeliling kampung sambil menyanyikan lagu Pela Gandong. Negeri Morella dan tiga kawasan itu terikat oleh hubungan pela gandong yaitu hubungan saudara antara negeri yang satu dengan negeri yang lain. (LM1)

Atraksi Bambu Gila, yang dimainkan oleh anak-anak pada karnaval budaya Morella (12/6).
Atraksi Bambu Gila yang dimainkan oleh pria dewasa pada Acara Pukul Sapu Lidi Morella (12/6)
Atraksi Pukul Sapu Lidi yang dimainkan oleh anak-anak, pada karnaval budaya Morella (12/6).
Atraksi Pukul Sapu Lidi yang dimainkan oleh pria dewasa (12/6)
Tari Cakalele pada acara Pukul Sapu Lidi Morella (12/6)
Kelompok keterwakilan marga dan replika rumah pusaka. pada karnaval budaya Morella (12/6).
Baju dan Peliut Kapitan Telukabessy yang dipamerkan pada pameran benda-benda bersejarah. (12/6).
Alquran tua dari marga Manilet yang dipamerkan pada pameran benda-benda bersejarah. (12/6).
Tempayang tua dari marga Wakang dan beberapa marga lainnya, yang dipamerkan pada pameran benda-benda bersejarah. (12/6).
Galeri Foto zaman dulu, Raja Negeri Morella beserta Istri pada zaman akhir penjajahan Belanda sampai pada kemerdekaan RI, Masjid Morella Tahun 1927 dan Kampun Lama Iyal Uly, yang dipamerkan pada pameran benda-benda bersejarah. (12/6).
Antusias pengunjung pada pelaksanaan Pesta Budaya dan atraksi Pukul Sapu Lidi di Negeri Morella. (12/6)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63