Woman
·
2 April 2019 10:34

Girls Can Lead dan NVSC Ajak Perempuan Maluku Untuk Memimpin

Konten ini diproduksi oleh Lentera Maluku
Girls Can Lead dan NVSC Ajak Perempuan Maluku Untuk Memimpin (151735)
Foto bersama peserta leadership camp dengan narasumber (31/3). Dok Lentera Maluku
Lentera Maluku. Girls Can Lead bekerjasama dengan Non Violence Study Circles (NVSC) melakukan pelatihan Leadership Camp tentang Perempuan Bisa Memimpin, yang dikhususkan untuk siswi-siswi dari beberapa sekolah SMA di Provinsi Maluku, kegiatan itu berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 30 sampai dengan 31 Maret 2019, berlokasih di Aula Gedung Balai Pertanian Maluku.
ADVERTISEMENT
Koordinator Girls Can Lead, Rachael Abigail Pattinasarane, saat ditemui wartawan Lentera Maluku di lokasi training (31/3), Ia mengatakan bahwa organisasi Girts Can Lead sudah ada sejak tahun 2016, saat itu masih menggunakan nama Perempuan Politik, namun pada tahun 2017 berubah nama menjadi Girls Can Lead hingga saat ini.
Rachael menjelaskan bahwa semangat untuk mengadakan organisasi tersebut, karena melihat sedikit sekali keterwakilan perempuan di pemerintahan. Ia mengaku bahwa dalam beberapa tahun melakukan riset, dan menemukan banyak hal tentang tidak adanya perwakilan perempuan dalam misi perubahan global, misalnya dalam dunia bisnis, politik, dan juga kepemimpinan.
“Dalam dunai bisnis hanya 5% perempuan menjadi direktur di berbagai perusahaan maupun instansi, sedangkan dalam misi politik keterwakilan perempuan hanya 17,3% perwakilan perempuan ditingat DPR RI. Menurutnya kuato minum standar internsional adalahg 30% , itu artinya dari 560 anggota DPR keterwakilan perempuan hanya 101%”, kata Rachael.
Girls Can Lead dan NVSC Ajak Perempuan Maluku Untuk Memimpin (151736)
Suasana training, dengan salah satu narasumber yang dihadirkan adalah Olivia Latuconsina (mantan Wakil Walikota Ambon). (31.3), Dok : Lentera Maluku
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa, untuk 50 orang terkaya di Indonesia keterwakilan perempuan hanya satu dan hanya 101 perempuan yang ada di dunia politik, ini penyebab pembentukan UU anti kekerasan dan seksual juga belum disahkan.
ADVERTISEMENT
Gebi yang biasa disapa itu, menegaskan bahwa isu keterwakilan perempuan sangat penting, karena jumlah populasih di Indonesia hampir mayoritas adalah 50% perempuan.
“bagi saya popolasi 50 % perempuan di Indonesai belum dimanfaatkan secara maksimal, kalau sudah maksimal maka Indonesia bisa maju”, tegasnya
Sementara itu, Koordinator panitia lokal Dorisko Kainama, setelah diwawancarai oleh Wartawan, Ia menjelaskan bahwa ini untuk pertama kalinya melakukan kegiatan Leadership Camp di Maluku, sehingga pihaknya melakukan seleksi peserta secara online.
Katanya lebih lanjut, kegiatan ini untuk bagaimana menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, pihaknya memiliki mimpi yang besar bagi para siswi-siswi di beberapa sekolah SMA di Provinsi Maluku.
“kami melihat perempuan Maluku banyak belum berani untuk mengambil tindakan untuk memimpin, meski sebagian sudah ada, tapi masih banyak perempuan Maluku yang punya kemampuan yang belum dimanfaatkan oleh pemerintah”, tegas Kainama.
ADVERTISEMENT
“Kami sudah membekali mereka dengan beberapa materi yakni, materi pengenalan diri sendiri, bagimana untuk dikembangkan potensi diri mereka, materi aku cinta Indonesia dan juga sosial projek, jadi peserta yang memiliki konsep sosial projek yang bagus akan terpilih untuk di kembangkan”, lanjut Kainama.
Ia berharap keterwakilan 30 peserta dari siswi-sisiwi itu, ada motivasi untuk menjadi agen perubahan di sekolah dan di rumah masing-masing, dengan mengaplikasikan kegiatan Leadership Camp pada lingkungan mereka.
Keterwakilan 30 peserta tersebut adalah SMA Negeri 1 Ambon, SMA Negeri 2 Ambon, SMA Negeri 3 Ambon, SMA PGRI Ambon, SMA Siwalima Ambon, SMA Kristen Ambon, SMK Negeri 1 Lehitu, SMA Negeri 1 Lehitu, SMA Negeri 2 Lehitu, SMA Negeri 3 Lehitu, SMA Negeri 4 Lehitu, SMA Negeri 5 Lehitu, SMK Negeri 1 Siritaun Wida Timur (SBT), SMK Kesehatan, SMK PEGRI Ambon, SMA Negeri 1 Pulau Haruku, MA AL-Hilal Morella dan SMA Muhammadiyah Mamala.
ADVERTISEMENT
Girls Can Lead dan NVSC Ajak Perempuan Maluku Untuk Memimpin (151737)
Sesi diskusi pada Leadership Camp (31/3). Dok Lentera Maluku
Salah satu peserta pada Leadership Camp, Uliyaty Jamaludin yang berasal dari SMK Negeri 1 Seram Timur, yang juga merupakan anggota Komunitas Taman Baca (TB) Keta, Ia mengatakan bahwa sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia bahkan semangat dan ingin menunjukkan pada orang lain bahwa perempuan di peloksok daerah juga bisa berkompetasi hingga tingkat nasional. (LM2)
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white