Lama Berpisah, Warga Banda Neira Kunjungi Suli Banda Pascagempa Ambon

Lentera Maluku. Keterikatan antara warga Banda Neira dan Suli Banda, Kabupaten Maluku Tengah, sudah terjalin sejak dulu. Namun mereka harus berpisah, karena terjadinya konflik kemanusiaan tahun 1999. Mereka akhirnya pindah ke Pulau Ambon dan menetap di Kecamatan Salahutu, tepatnya Desa Suli. Lokasi tempat tinggal mereka kemudian dinamai sebagai Suli Banda.
Kini, ketika Pulau Ambon diguncang gempa bumi pada beberapa pekan lalu, warga Suli Banda juga terkena dampaknya dan ikut mengungsi.
Mendengar kabar tersebut, Masyarakat Banda Neira langsung mengumpulkan bantuan, untuk disalurkan kepada saudara-saudaranya, mereka tergabung dalam Orantata Grup, Himpunan Mahasiswa Banda Neira dan Lembaga Beta Puang. Penyaluran bantuan itu, sudah disalurkan pada Senin (1/10) lalu.
Bantuan yang diberikan berupa 6 karung beras 50 kg, telur 60 rak, air mineral 60 karton dan mie instan 75 karton. Selanjutnya akan diserahkan kepada ketua-ketua RT 19, 20, 21, 22, 23 dan RT 24, khusus masyarakat Banda di Desa Suli.
Perwakilan masyarakat Banda Neira, Fadli Fakih, mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk mendonasikan rejekinya kepada korban gempa di Maluku.
Rasa haru menyelimuti warga Banda Suli, “Pane Rasa Beta Rasa”, ujar Dedy F. Rikumahu, salah satu ketua RT di lokasi tersebut menungkapkan rasa bahagianya dengan menggunakan bahasa Banda, yang artinya kamu rasa saya rasa, meskipun warga Banda Neira menganut agama Islam dan Suli Banda menganut agama Kristen, namun keduanya saling merasa memiliki layaknya saudara.
“Ini menandakan warga Banda Neira menyayangi tanpa membeda-bedakan agama”, tandasnya.
Dedy mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, buat masyarakat Banda Neira, yang sudah bahu membahu menolong warga Banda Suli. (LM1/LM2)
