Konten Media Partner

Melestarikan Budaya Maluku Lewat Karnaval Abda'u 2019

Lentera Maluku

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atrakasi Cakalele Pattimura (11/8). Dok Lentera Maluku
zoom-in-whitePerbesar
Atrakasi Cakalele Pattimura (11/8). Dok Lentera Maluku

Lentera Maluku. Sekitar 15 penampilan atraksi budaya melengkapi Karnaval Abda'u di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kebupaten Maluku Tengah, pada Minggu, (11/8). Karnaval ini diperingati setiap tahunnya, pada Hari Raya Idul Adha dan sudah berjalan sejak tahun 1600-an Masehi.

Atrakasi Cakalele Pattimura (11/8). Dok Lentera Maluku
zoom-in-whitePerbesar
Atrakasi Cakalele Pattimura (11/8). Dok Lentera Maluku

Abda'u berasal dari kata Abada, yang artinya Ibadah. Menurut tokoh masyarakat sekitar, acara ini merupakan simbol pengorbanan dan perjuangan dalam menegakkan Syariat Islam.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail, yang diwakili oleh Asisten III Setda Maluku, Kasrul Selang membuka secara resmi Karnaval Abda'u.

Kasrul Selang membuka dengan resmi acara Karnaval Abda'u (11/8). Dok Lentera Maluku

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Kasrul, Ia katakan, "Kita ketahui bahwa perayaan Hari Raya Idul Adha dan Karnaval Abda'u bagi masyarakat Tulehu adalah dua hal yang tak terpisahkan. Jika orang berbicara Idul Adha, spontan yang teringat adalah Karnaval Abda'u. Begitu pula sebaliknya”, ungkapnya.

Karnaval Abda'u juga memperlihatkan cara pandang beragama dan berbudaya yang terbuka. Diwariskan oleh leluhur dan orang tua adat, sebagai modal sosial yang hebat bagi masyarakat Tulehu dan Maluku pada umumnya.

Perebutan bendera yang bertulis kalimat Allah oleh pemuda-pemuda Tulehu. (11/8). Dok : Hausihu Photosper

Abda'u sendiri telah menjadi ruang terbuka dalam mengekspresikan serta melestarikan budaya bagi setiap orang atau komunitas di Tulehu dalam hal keagamaan.

Penampilan Hadrat dari anak-anak Tulehu (11/8). Dok : Lentera Maluku

Pada kesempatan yang sama, Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua yang juga diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pengembangan mengharapkan bahwa "Melalui pagelaran seperti ini, minat wisatawan lokal maupun manca negara terus meningkat dari waktu ke waktu, sehingga sektor pariwisata kita akan mengalami peningkatan demi kemajuan pembangunan daerah”, pungkasnya.

Atraksi Debus oleh pemuda Tulehu, (11/8). Dok : Lentera Maluku

Beberapa nilai-nilai budaya dan sosial yang dapat kita lestarikan, juga mengandung nilai historis atau kesejarahan yang sangat penting. Diantaranya nilai kepahlawanan, pengorbanan, toleransi, kegotongroyongan, persaudaraan, persatuan serta nilai penting lainnya.

Selain itu, dia juga berharap agar seluruh perangkat kecamatan dan negeri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat dapat menjalin komunikasi yang baik demi memajukan Maluku Tengah yang lebih berkualitas, sejahtera dan aman dalam berkeadilan dalam semangat hidup orang basudara (Bersaudara). (LM2)