Konten Media Partner

Meriahnya Sambut HUT Ke-74 RI di Istana Mini, Pulau Banda

Lentera Maluku

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Istana Mini di Pulau Banda (5/8). Dok : Riansyah Daud
zoom-in-whitePerbesar
Istana Mini di Pulau Banda (5/8). Dok : Riansyah Daud

Lentera Maluku. Ada yang berbeda dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-74 RI, di Kecamatan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah. Pasalnya, pemerintah administratif kecamatan sedang mengadakan deretan acara dan permainan yang menghibur warga Banda. Dengan mempercayakan Koramil 1502-01/Banda oleh pihak kecamatan untuk menjadi panitia dalam kegiatan tahun ini.

Semarak menyambut hari kemerdekaan yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2019 kali ini, sangat menarik perhatian warga. Mereka menghabiskan waktu malamnya di lokasi Istana Mini (Miniatur Istana Negara). Masyarakat Banda menyebutnya sebagai Pasar Malam. Jadi bukan hanya ada proses jual beli saja, namun juga ada berbagai hiburan dan permainan.

Lomba Tari Kreasi (5/8). Dok : Anwar Bali

Pantauan Lentera Maluku (5/8), dalam acara tersebut ada lomba puisi, solois, vokal grup, tari kreasi dan permainan berhadiah seperti bola guling, binggo dan masih banyak lagi. Beberapa kegiatan yang diselenggarakan setelah upacara kemerdekaan pun tak kalah meriah, meliputi lomba gerak jalan, voli, melukis maraton dan olahraga lainnya.

Pasar Malam ini akan berlangsung setiap hari terkecuali malam Jumat. Kegiatan ini sudah dimulai sejak tanggal 27 Juli 2019 dan direncanakan sampai tanggal 17 Agustus 2019.

Dengan memilih Istana Mini sebagai pusat pasar malam, karena lokasi ini muda dijangkau. Di lokasi ini juga akan dijadikan sebagai tempat upacara pengibaran bendera oleh Kecamatan Banda.

Paskibraka 2018 di Istana Mini, Kecamatan Banda Neira Dok : Riansyah Daud

Istana Mini yang di bangun pada tahun 1622. Dulunya digunakan Belanda sebagai kantor administrasi pemerintahan serta kediaman resmi gubernur dan residen yang memerintah di Banda. Gedung ini juga pernah berfungsi sebagai kantor Jan Pieter San Coen untuk mengurusi dan mengatur perdagangan rempah-rempah di Kepulauan Banda.

Dalam catatan sejarah kemerdekaan Indonesia, Banda Neira merupakan kepulauan yang tak lepas dari pergerakan kemerdekaan. Bisa di lihat dari arsip sejarah dan peninggalan para tokoh kemerdekaan, yang pernah diasingkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Ada Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, Dr. Tjipto Mangunkusumo, Mr. Iwa Kusuma Sumantri.

Di Pulau Banda selain kaya akan situs bersejarah, Banda juga mempunyai wisata alam dan budaya yang memukau masyarakat seantero dunia.

Partisipasi warga dalam sebuah permainan berhadiah pada pasar malam (5/8). Dok : Anwar Bali

Dengan diadakannya pasar malam menyambut kemerdekaan Republik Indonesia, diharapkan masyarakat Banda Neira dapat memaknai perjuangan pengibaran bendera merah putih dengan sebaik-baiknya, sebagai bentuk meningkatkan kualitas masyarakat untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. (LM2)