Konten Media Partner

Mitigasi Bencana Bagi Difabel di SLB Negeri Batu Merah, Ambon

Lentera Maluku

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Permainan ular tangga raksasa oleh anak-anak SLB Batu Merah. (25/10). Dok : Padil
zoom-in-whitePerbesar
Permainan ular tangga raksasa oleh anak-anak SLB Batu Merah. (25/10). Dok : Padil

Lentera Maluku. Mitigasi Bencana yang diberikan kepada masyarakat sebaiknya disampaikan lewat metode yang mudah dipahami dan menyenangkan. Pengetahuan dasar kebencanaan ini, wajib diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk anak-anak dan difabel

Seperti yang dilakukan oleh Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batumerah, dengan memberi pembekalan tentang hal-hal yang harus dilakukan saat gempabumi terjadi, Jumat (25/10).

Metode yang diberikan dilakukan lewat permainan ular tangga raksasa. Mengingat anak-anak SLB Batumerah termasuk dalam therapy psikis, metode tersebut terbagi dalam play therapy dan dance therapy.

Mitigasi Bencana dengan games untuk anak-anak SLB Negeri Batu Merah (25/10). Dok : Padil

Inisiatif ini datang dari para guru, dengan alat bantu games yang datang dari Kemdikbud Satgas Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Metode yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan siswa-siswi SLB, sehingga mudah diterima dan dipahami.

Diharapkan setelah anak-anak mengikuti program ini mereka akan memahami tindakan tepat yang harus dilakukan saat gempabumi terjadi.

Menurut Kepala SLB Batu Merah, Padil Sarif Mako saat dikonfirmasi wartawan (25/10), ia katakan bahwa dari pengamatan para guru selama proses edukasi berbasis permainan ini berjalan, anak-anak dapat mengerti petunjuk yang diarahkan dalam games tersebut.

“Anak-anak sangat senang dengan adanya permainan ini dia bisa melakukan penyelamatan secara mandiri dalam menghadapi bencana”, papar Padil Sarif Mako.

Berangkat dari pengalaman pascagempa, banyak terjadi penyebaran berita yang keliru seputar gempabumi, sehingga meninggalkan trauma yang dalam bagi masyarakat, khususnyanya anak-anak berkebutuhan khusus. Masyarakat harus mendapat informasi yang benar tentang mitigasi kebencanaan khususnya gempabumi.

Melalui metode yang tepat tujuan pembelajaran penanganan kebencanaan, diharapakan dapat diterima dan dipahami dengan mudah. (LM3)