Konten dari Pengguna

Lagu 'Oh Darling!': Bucin ala Paul McCartney

Leonardus Suwandi

Leonardus Suwandi

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Leonardus Suwandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paul McCartney
zoom-in-whitePerbesar
Paul McCartney

"Kalau jadi bucin jangan nanggung, kalau kamu mau diputusin pacarmu ya mau jerit-jerit silahkan, mohon-mohon juga silahkan, mau galau-galauan sampe nge-down yok wiss!!. Ga usah sok-sok gengsi atau sok-sok bisa move on kalau diputusin, apalagi kalau udah sayang-sayangnya malah ditinggal."

Yah kurang lebih inilah pesan dari Eyang Paul McCartney untuk para bucin lewat salah satu tembangnya bersama The Beatles yang berjudul "Oh Darling". Sebuah lagu yang menurut saya juga cukup underrated dalam katalog The Beatles.

Lagu yang—jika dilihat dari liriknya—bercerita soal seorang lelaki yang mau diputus oleh pacarnya. Si lelaki yang tidak terima lantas banyak memohon dengan berjanji tidak akan menyakitinya dan nasibnya jika hubungan mereka harus diakhiri

Berikut lirik dan lagunya:

Oh! Darling, please believe me

I'll never do you no harm

Believe me when I tell you

I'll never do you no harm

Oh! Darling, if you leave me

I'll never make it alone

Believe me when I beg you, ooh

Don't ever leave me alone

When you told me

You didn't need me anymore

Well you know I nearly broke down and cried

When you told me

You didn't need me anymore

Well you know I nearly broke down and died

Oh! Darling, if you leave me

I'll never make it alone

Believe me when I tell you

I'll never do you no harm

Believe me darling

When you told me, ooh

You didn't need me anymore

Well you know I nearly broke down and cried

When you told me

You didn't need me anymore

Well you know I nearly broke down and died

Oh! Darling, please believe me

I'll never let you down

Oh, believe me darling

Believe me when I tell you, ooh

I'll never do you no harm

video youtube embed

Lagu ini sendiri berada di album Abbey Road, salah satu dari album terakhir The Beatles yang dirilis di tahun 1969. Lagu ini juga dianggap sebagai performa vokal terbaik dari Paul McCartney dan juga balada favorit para "sobat ambyar Beatlemania". Bagaimana tidak, tiap kali sebuah band tribute Beatles membawakan lagu ini, langsung disambut dengan nyanyian para muda-mudi yang dengan perasaan campur aduk. Ada yang memang galau atau sekedar seru-seruan teriak-teriak saja.

Menurut saya, lagu ini memiliki keunikan karena Paul McCartney menunjukkan apa itu kegalauan bukan lewat kesenduan, tapi lewat sebuah keliaran. Yah, mungkin mendekati ke psikopatan. Mungkin kalau kamu akrab dengan lagu patah hati lainnya milik Afghan atau Kerispatih, mereka mengungkapkan kepatah-hatian dengan lembut dan mendayu. Berbeda dengan Paul dimana dia seolah-olah mengultimatum si wanita agar tetap bersamanya, mungkin alih-alih si wanita meleleh yang ada dia akan makin ngeri dengan teriakan-teriakan ini. Lagu yang mungkin cocok bagi kalian yang berpandangan bahwa, "Jodoh itu dikejar sampai dapat, ga ada tuh ikan lain yang untuk dipancing".

Nah, untuk teknik sendiri menurut saya ini adalah salah satu lagu di mana Paul menghabisi vokalnya selain di lagu Helter Skelter, tetapi, untuk lagu ini menurut saya memiliki vokal yang lebih bertenaga dibanding Helter Skelter, karena terdengar untuk beberapa lirik seperti "I never let you down" di dekat-dekat penutupan lagu, suaranya terdengar seperti dia menarik urat untuk melepaskan suaranya hingga maksimal. Bahkan kawan-kawan saya yang berperan sebagai Paul di beberapa band Tribute Beatles sebagian tidak berani membawakan lagu ini di kunci aslinya, bahkan beberapa ada yang minta di turunkan. Selain itu, lagu ini juga bersifat emosional, cocok untuk para sobat ambyar yang lagi sakit-sakitnya karena di tinggal di kala sayang-sayangnya.

So oh darling! If you leave me, i never make it alone..............