Konten dari Pengguna

'Sambor Prei Kuk', Candi Terlupakan di Rimba Kampong Thom, Kamboja

Leonardus Suwandi

Leonardus Suwandi

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Leonardus Suwandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prasat Boram
zoom-in-whitePerbesar
Prasat Boram

Siem Reap dan tentunya Angkor Wat dan Angkor Thom selalu menjadi primadona bagi pariwisata Kamboja, tapi bagi yang merasa daerah ini sudah cukup overcrowded dengan kehadiran para turis hendaknya bisa melipir ke candi-candi lain di luar Siem Reap.

Sekitar 3 jam kearah timur Siem Reap, tepatnya di Provinsi Kampong Thom terdapat kompleks candi yang konon berusia lebih tua dibandingkan Angkor Wat dan kawan-kawan. Kompleks candi ini bernama Sambor Prei Kuk, dan yang menjadi pembeda dari kompleks candi di Siem Reap adalah candi ini berasal bukan dari Kerajaan Khmer pada umumnya karena kompleks ini berasal dari Kerajaan Chenla yang berdiri pada sekitar abad ke-7 dan menjadi kerajaan pendahulu sebelum Kebudayaan Angkor berdiri di abad ke-9.

Sudah banyak ditumbuhi pohon

Kompleks candi ini didirikan oleh Raja Isyanawarman I yang tak ada hubungannya dengan Isyana lainnya tanpa diketahui dengan pasti. Yang pasti di antara tahun 616-637 di mana ia berkuasa sebagai Raja Chenla. Kompleks ini dahulu merupakan ibu kota kerajaan yang dinamakan sebagai Isyanapura dan sampai kejatuhannya di tahun 802 M menjadi pusat kegiatan dari Kerajaan ini.

Candi yang memiliki corak agama Hindu ini berjumlah total 150 bangunan candi dan tersebar di area seluas 1000 hektar yang kini beberapa di antaranya sudah menjadi reruntuhan. Beberapa candi bahkan sudah ditumbuhi dan dipenuhi oleh akar-akar pohon di atasnya, sama seperti saudaranya Ta Phrom di Siem Reap sana. Namun, hal itu tidak mengurangi kesan agung terhadap bangunan-bangunan yang menjadi tempat-tempat pemujaan di masa lalu ini. Candi yang paling terkenal di sini adalah candi Prasat Boram yang memiliki ciri-ciri khas yaitu dua patung singa yang menjaga pintu utama candi ini.

Patung Singa Penjaga

Yang membedakan antara Candi bergaya Chenla dan Angkor adalah dari lekukan di tubuh candi itu sendiri. Candi bergaya Angkor lebih berbentuk kotak sementara candi bergaya Chenla lebih memiliki struktur tubuh yang bulat dan memanjang. Dan candi-candi ini juga tidak terlalu banyak dihiasi relief sebanyak candi-candi Angkor dan beberapa juga sudah rusak karena dimakan usia.

Biksu di reruntuhan Kuil

Kerusakan kompleks Candi ini sebenarnya bukan hanya karena dimakan usia saja namun juga dampak langsung dari Perang Vietnam serta kebangkitan Khmer Merah di Kamboja yang membuat gusar pemerintah AS di bawah Richard Nixon dan Kediktatoran junta militer Kamboja di bawah Lon Nol.

Presiden Nixon memerintahkan pemboman besar-besaran kepada situs candi ini pada tahun 1970 karena sudah menjadi tempat persembunyian pasukan gerilyawan Vietcong, Vietnam Utara dan beberapa loyalis Khmer Merah pimpinan Pol Pot.

Bahkan keadaan makin diperparah dengan dipasangnya beberapa ranjau darat oleh pasukan gerilyawan ini yang mengakibatkan beberapa penduduk sekitar kini mengalami cacat permanen. Setelah keruntuhan rezim Khmer Merah, ranjau-ranjau darat ini kemudian dibersihkan hingga akhirnya benar-benar bersih di tahun 2008 dan situs Sambor Prei Kuk akhirnya dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2017.