Saatnya Indonesia Serius Melangkah ke Redenominasi Rupiah?

Dosen dan Akademisi yang berfokus pada bidang Ekonomi dan Bisnis, Manajemen Bisnis (IKOPIN), Ekonomi dan Bisnis (Universitas Trisakti)
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Raden Ai Lutfi Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rencana redenominasi rupiah kembali menjadi perbincangan publik, terutama setelah pemerintah dan Bank Indonesia menegaskan bahwa kebijakan ini tetap berada di jalur kajian jangka panjang. Di tengah dinamika ekonomi global dan kebutuhan efisiensi transaksi, redenominasi sesungguhnya bukan hanya soal “menghilangkan nol”, tetapi langkah modernisasi sistem moneter agar lebih efisien, sederhana, dan kompetitif secara internasional. Namun, seperti kebijakan besar lainnya, dukungan publik dan kesiapan ekonomi menjadi kunci agar redenominasi tidak menimbulkan kegaduhan sebagaimana sempat terjadi pada negara lain.
Redenominasi dapat memberikan manfaat nyata seperti meningkatkan kenyamanan transaksi, membuat laporan keuangan lebih ringkas, memperkuat citra rupiah di mata global, hingga mempermudah sistem pembayaran digital yang kini tumbuh pesat. Selain itu, bagi generasi muda pelaku usaha digital, penyederhanaan nominal diyakini dapat mempercepat proses transaksi dan integrasi dengan platform ekonomi global. Namun di sisi lain, publik masih sering salah kaprah dan menyamakan redenominasi dengan sanering, yakni pemotongan nilai uang seperti yang pernah terjadi di masa lalu. Kesalahpahaman inilah yang harus dibenahi melalui edukasi yang intensif.
Menciptakan kepercayaan publik
Agar redenominasi sukses, pemerintah harus memastikan stabilitas ekonomi, menjaga inflasi tetap rendah, dan menciptakan kepercayaan publik melalui komunikasi yang transparan. Pelaku usaha harus dilibatkan sejak awal karena merekalah pihak yang akan paling cepat merasakan dampaknya pada pencatatan, harga, serta transaksi harian. Jika proses edukasi, regulasi, dan persiapan infrastruktur berjalan matang, redenominasi dapat menjadi momentum modernisasi ekonomi Indonesia sejalan dengan transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi pascapandemi.
