Mahasiswa UNTAG Pecahkan Solusi Air Keruh Jadi Bersih di Gresik
Tulisan dari Lia Amina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Universitas 17 Agustus Surabaya, Jihan Havisa mengajak warga Perumahan Bumi Cerme Apsari Gresik untuk menjernihkan air keruh dengan biji salak. Kegiatan ini dalam rangka progam kerja KKN yang ditempuh selama 12 hari, dan dilaksanakan secara individu. Karena adanya Pandemi, program KKN yang telah diterapkan oleh kampus sejak dua tahun terakhir masih diberlakukan di periode ini. Meskipun hanya berlangsung 12 hari, Alternatif penjernihan dengan biji salak ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat.
Mengerjakan KKN secara individu tidak memadamkan semangat Jihan Nur Havisa untuk mengapdi kepada masyarakat. Dibimbing oleh Dr. Darmansjah Tjahja Prakasa, S.T., M.T. Selaku Dosen Pembimbing Lapangan, Jihan berhasil mengadakan penyuluhan dan demografi tentang edukasi air sesuai standar Kemenkes dan penjernian menggunakan biji salak.
Selama ini warga perumahan Bumi Cerme Apsari mengeluh karena setiap selesai hujan, air di bak mandi mereka menjadi keruh. Hal ini menumbuhkan rasa keraguan warga untuk mengkonsumsi air tersebut. Melalui KKN ini, Jihan mendatangi langsung PDAM Cabang Cerme untuk mengulik tentang kondis penyebab air keruh, serta mencarikan solusinya.
Jihan memberikan solusi bahwa warga dapat mengkonsumsi air bersih dengan cara menggunakan filter air kran. Filter air kran ini dapat dibuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan. Seperti biji salak, pasir silika, dan zeolit yang bisa ditemukan di toko aquarium.
Dengan komponen tersebut dan takaran yang sesuai dengan kondisi air, maka air yang mulanya keruh akan berwarna lebih cerah dan tidak ada endapan tanah lagi karena sudah terfilter.
Hasil yang telah Jihan uji kemudian Jihan paparkan dalam kegiatan Penyuluhan, yang dihadiri oleh Ibu-Ibu rumah tangga. Tersedia doorprice dan juga hadiah untuk audiens yang bersedia menjawab pertanyaan.
Dengan cara ini masyarakat dapat teredukasi dengan baik mengenai penjernihan air keruh menggunakan komponen biji salak. Filter air kran ini dapat sementara menggantikan kinerja tandon bagi warga yang masih belum memilikinnya.
#UntagSurabaya
#KitaUntagSurabaya
#UntukIndonesia
#UntagSurabayaKeren
#EcoCampus
#KampusKompeten

