Konten dari Pengguna

4 Tips Supaya Dinilai Punya Etika yang Bagus Saat Daring

Lia Dominica

Lia Dominica

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lia Dominica tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah kurang lebih satu tahun virus Covid-19 dikabarkan memasuki Indonesia, tentunya saat ini kita sudah tidak asing dengan istilah work from home (WFH) di mana pekerjaan yang biasanya dilakukan di kantor akan dikerjakan dari rumah masing-masing karyawan, selain WFH ada juga istilah pembelajaran dalam jaringan atau bisa disebut dengan daring melalui beberapa media online yang bisa diakses melalui ponsel atau PC. Pembelajaran daring mulai dilakukan ketika kementerian pendidikan dan budaya mengeluarkan surat edaran nomor 36962/MPK.A/HK/2020 guna untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Awalnya pembelajaran daring terasa sangat asing dan juga butuh adaptasi yang cepat supaya bisa menyesuaikan diri dengan keadaan. Usaha pemerintah dalam mendukung pembelajaran daring cukup membantu masyarakat, bantuan yang diberikan berupa kuota internet yang dapat membuka beberapa website materi pembelajaran atau media pendukung pembelajaran.

Pembelajaran Daring Sebagai Solusi Pemerintah

Foto oleh Tirachard Kumtanom dari Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh Tirachard Kumtanom dari Pexels

Pembelajaran daring sudah dilakukan oleh seluruh sekolah bahkan universitas baik negeri maupun swasta sejak Maret 2020. Penyesuaian diri dari pembelajaran langsung dan daring memakan waktu yang cukup singkat bagi pelajar di tingkat perguruan tinggi, berbeda dengan tingkat sekolah dasar di mana mulai timbul beberapa hambatan yang dialami oleh beberapa orang tua yang belum terbiasa dalam menggunakan internet atau dengan materi pembelajaran yang akan dijadikan pekerjaan rumah dan masih banyak lagi. Saat ini ada dua media pembelajaran yang paling banyak digunakan untuk menempuh pembelajaran daring yaitu Google meet dan aplikasi Zoom.

Di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta belajar online sudah selangkah lebih maju karena sudah ada fasilitas MyKlass di mana semua mahasiswa dapat menggunakan website tersebut untuk mengumpulkan ujian, tugas, kuis, absen bahkan video pembelajaran. Sosialisasi pembelajaran MyKlass saat ini sudah dilengkapi dengan fitur BBB atau disebut dengan BigBlueButton. Sama seperti halnya Zoom dan Google Meet, BBB juga bisa digunakan untuk share screen, video conference dan chatting hanya saja BBB ini hanya bisa diakses oleh orang-orang yang terdaftar dengan nomor identitas mahasiswa (NIM) dan kelas tertentu. bersosialisasi menggunakan BBB bisa dianggap cukup responsif terhadap peserta belajar karena bisa menggunakan voting saat pembelajaran berlangsung jadi tidak hanya pembicaraan dosen yang satu arah memberikan materi tetapi mahasiswa juga bisa aktif menjawab pertanyaan dosen, seperti itulah sosialisasi yang diharapkan saat pembelajaran daring.

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Saat bersosialisasi kepada orang lain pastilah kita memiliki etika yang dapat mencerminkan diri kita. Pengertian dari etika sendiri adalah sekumpulan prinsip moral yang dapat digunakan dalam suatu pengambilan keputusan dalam bertindak. Etika tidak hanya di tunjukkan saat bertemu langsung oleh orang lain, saat mengirimkan pesan singkat dan diawali oleh salam itu sudah bisa dikatakan sebagai etika. Jika saat sekolah offline atau tatap muka seluruh siswa atau mahasiswa memiliki aturan yang akan membentuk etika supaya siswa bersikap baik saat berada di luar lingkup sekolah atau kuliah. Saat menggunakan media pembelajaran Zoom atau Google meet pelajar atau mahasiswa juga harus menunjukkan etika yang baik.

Tips Dinilai Sebagai Pelajar Ber-Etika

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Sebagai pelajar atau penerima materi kita biasanya akan melihat guru atau dosen menghidupkan kamera saat mengajar dan tak jarang juga menggunakan fitur share screen supaya materi bisa dilihat oleh teman-teman mahasiswa. Tidak sedikit orang yang mematikan kamera saat pembelajaran berlangsung, terlambat untuk join room dan lain-lain. Berangkat dari masalah tersebut bagaimana seharusnya sikap kita sebagai orang yang ber-etika baik menghadapi situasi tersebut?. Berikut 4 poin penting supaya kita dinilai sebagai pelajar yang ber-etika baik.

  1. Hadir tepat waktu. Menggunakan video conference sebagai media pembelajaran pastilah menunggu untuk di accept oleh host saat ingin bergabung sebelum materi dimulai. Selain kita dapat tertinggal pelajaran yang seharusnya kita dapat hal tersebut juga sedikit mengganggu host Karena harus meng-accept peserta yang baru masuk ke dalam room. Jika ini terjadi di perkuliahan atau sekolah tatap muka juga sebenarnya tidak baik dan tak jarang akan dikenakan hukuman oleh tenaga pengajar.

  2. Menghidupkan kamera. Saat pembelajaran berlangsung sering kali kita mendengar teguran supaya mahasiswa atau pelajar menghidupkan kamera. Ternyata hal ini sangat berguna bagi pengajar untuk melihat apakah pelajar mendengarkan materi dengan baik atau tidak. Jika sudah menghidupkan kamera usahakan kamera dalam posisi stay (stabil) dan memperlihatkan wajah, tidak memperlihatkan langit-langit atau hanya bagian dahi. Menghidupkan kamera disaat pembelajaran juga sangat tidak disarankan jika kita sedang melakukan hal lain seperti sedang dalam perjalanan atau yang lainnya. Penggunaan baju atau raut muka juga bisa dinilai oleh tenaga pengajar.

  3. Izin ketika tidak dapat melakukan sesuatu. Sebelum adanya pembelajaran daring kita juga sudah dibiasakan izin saat ingin melakukan suatu hal seperti ke toilet. Sedikit berbeda dengan hal tersebut, izin dalam pembelajaran daring bisa dimaksudkan jika sedang terkendala jaringan dan tidak bisa menyalakan kamera atau join room hal ini bisa disampaikan kepada pengajar terlebih dahulu sebelum atau saat pembelajaran berlangsung.

  4. Mematikan microfon. Pengajar dan teman-teman yang berada di room conference akan merasa sangat terganggu jika ada microfon yang belum dimatikan karena informasi yang seharusnya didapat menjadi terkendala. Menyalakan microfon disarankan saat ada sesi tanya jawab atau bisa menggunakan fitur raise hand (pada zoom) terlebih dahulu dan diizinkan untuk berbicara.

Mungkin ke-4 poin di atas bisa dianggap remeh saat kita melakukan sosialisasi melalui internet, akan tetapi hal tersebut dapat berdampak pada penilaian individu mengenai etika secara tidak langsung. Selain memperhatikan etika, jika kita melakukan poin-poin di atas saat video conference secara tidak sadar juga akan memicu animo belajar kita dan materi yang diberikan akan lebih mudah untuk dipahami.

Lia Dominica, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.