Konten dari Pengguna

Deretan Aplikasi yang Membawa Remaja Milenial ke Dalam Budaya Populer

Lia Dominica

Lia Dominica

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lia Dominica tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Deretan Aplikasi yang Membawa Remaja Milenial ke Dalam Budaya Populer
zoom-in-whitePerbesar

Bergulirnya roda globalisasi yang semakin pesat, kita sebagai masyarakat bisa merasakan berbagai macam dampak yang ditimbulkan. Globalisasi merupakan proses integrasi internasional yang dimana integrasi akan menimbulkan pembaruan yang akan menjadi kesatuan sosial. Karena adanya globalisasi, masyarakat dari berbagai penjuru bisa saling terhubung dan mengalami integrasi melalui sosial media.

Sebagai warga milenial sudah bisa dipastikan bahwa masyarakat mengetahui apa itu media sosial dan bahkan memiliki akun pribadi. Tidak memandang usia, media sosial bisa dikelola oleh siapapun dan kapan pun asalkan mempunyai data internet atau jaringan. Media sosial menjadi salah satu jembatan dalam menghubungkan masyarakat yang ada disekitar kita atau bahkan penjuru negara lain. Berbagai fitur yang mendukung interaksi antar individu atau kelompok semakin memudahkan pertemuan secara virtual. Penggunaan sosial media juga tidak terlepas dari pengenalan budaya antar negara.Maka tidak menutup kemungkinan jika masyarakat indonesia bisa mengenal budaya luar negeri. Pengguna sosial media di Indonesia tercatat 160 juta jiwa pada awal tahun 2020 menurut We Are Social dengan jumlah akun media sosial aktif yang tidak diketahui jumlah pastinya.

Apa saja media sosial yang saat ini banyak digunakan?

Foto oleh Magnus Mueller dari Pexels

Penelitian We Are Social 2020 menyatakan bahwa masyarakat Indonesia menghabiskan waktu sebanyak kurang lebih 3jam 26 menit setiap harinya untuk membuka media sosial. Ada banyak media sosial yang bisa digunakan saat ini, berikut adalah deretan media sosial yang tengah naik daun

  1. WhatsApp Messenger

WhatsApp messenger adalah salah satu aplikasi media sosial yang digunakan untuk chatting. Seiring berjalannya waktu, aplikasi ini mengalami penambahan beberapa fitur seperti panggilan suara, panggilan video, voice note dan stories. Jumlah pengguna WhatsApp menurut sensortower.com pada desember 2020 sebanyak 11 juta orang diIndonesia.

  1. Instagram

Instagram merupakan salah satu jejaring sosial yang rilis pada tahun 2010. Aplikasi ini pada mulanya hanya fokus untuk membagikan gambar ke dalam feeds dan berinteraksi dengan orang lain di dalam kolom komentar. Semakin maju perkembangan media sosial, instagram juga menambahkan beberapa fitur seperti direct messenger, stories, dan voice note dalam dm(direct messenger). Menurut sensortower.com, sekitar 11 juta orang telah mengunduh aplikasi instagram diIndonesia.

  1. Youtube

Aplikasi ini di catat oleh We Are Social sebanyak 88% orang Indonesia yang menggunakan media sosial pada awal tahun 2020. Media sosial ini menyediakan berbagai macam video, mulai dari video clip hingga film. Pengguna juga bisa membuat konten video dan dibagikan yang disebut sebagai content creator. Jika sudah mencapai subscriber lebih dri 1juta orang maka content creator akan mendapat reward dari pihak youtube.

  1. Telegram

Aplikasi ini merupakan salah satu media pertukaran pesan yang dilengkapi fitur hampir sama dengan WhatsApp,yang membedakan hanyalah jumlah anggota grup yang bisa bergabung. Jumlah anggota grup WhatsApp bisa mencapai 1000 orang bahkan lebih. aplikasi ini sudah diunduh oleh 6juta orang diIndonesia(sensortower.com).

  1. TikTok

TikTok merupakan aplikasi yang sedang naik daun, saat ini sudah lebih dari 2juta orang yang menginstal. Dalam aplikasi ini pengguna bisa membagikan video yang akan muncul dalam for your page atau FYP. Tanpa membuat akun kita sudah bisa menikmati video yang ada, namun hanya sebatas melihat video. Jika ingin menggunakan fitur lainnya anda harus membuat akun atau log in terlebih dahulu.

Masyarakat terpapar budaya populer dari media sosial, apakah bisa?

Masyarakat atau kahalayak adalah audience dikehidupan sosial, dan media merupakan penghubung antara sender dan receiver. Pertukaran pesan yang didorong oleh pesatnya globalisasi sangat memungkinkan budaya populer masuk kedalam negara kita. Dewasa ini sedang marak satu aplikasi hiburan yaitu TikTok. Aplikasi ini sangat mudah untuk di gunakan, para content creator juga bisa mengupload video dengan musik. Namun, tidak hanya tiktok yang dapat membawa pembaharuan tetapi ada juga youtube, instagram, whatsApp bahkan telegram dan masih banyak lagi.

Source : pinterest https://pin.it/3BhObaX

Beberapa media sosial yang sudah disebutkan sebelumnya bisa menyebabkan perubahan sosial dimasyarakat. perubahan tersebut bisa terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Simak beberapa perubahan sosial yang bisa terjadi akibat mengkonsumsi media sosial.

  • Gaya berkomunikasi, dengan adanya kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi saat ini, masyarakat lebih tertarik mengobrol menggunakan media sosial tanpa harus menyita waktu untuk bertemu atau sekedar menyampaikan pesan

  • Perubahan bahasa, meskipun tetap menggunakan bahasa Indonesia dalam keseharian beberapa orang cenderung menmbuat caption pada postingannya dengan bahasa asing supaya bisa dilihat lebih elegan atau aesthetic. Sudah semakin menipis anak muda yang mengerti bahasa daerahnya dan cenderung menggunakan bahasa kekinian sperti lu-gua.

  • Perubahan penampilan, penggunaan media sosial yang cenderung bebas kita hampir tidak bisa mengendalikannya. pengenalan budaya juga dengan mudah masuk ke negara kita. Banyaknya film atau video di salah satu media sosial bisa dijadikan trend untuk negara lain seperti contohnya, dalam drama korea ada sekumpulan remaja yang mewarnai rambutnya dan menggunakan pakaian minim atau terbuka.

  • Perubahan pola hidup, transaksi jual-beli yang sebelumnya harus pergi ke pasar saat ini sudah dimudahkan dengan adanya e-commerce atau pasar elektronik dimana pemesanan dan pembayaran dilakukan secara virtual. Pemesanan makanan cepat saji juga bisa menjadi alternatif saat lapar.

Globalisasi memanglah tidak dapat dihindari, dengan kenikmatan serta hal-hal yang memudahkan pekerjaan dalam hal apapun kita ikut andil didalamnya. Perubahan-perubahan seperti diatas dapat kita atasi asalkan kita bisa memilih dan memilah hal apa saya yang pantas dengan budaya negara kita dan juga tetap menjaga toleransi jika sedang menggunakan media sosial. Penggunaan media sosial yang terlalu lama juga tidak baik untuk kesehatan karena bisa menyebabkan depresi, sulit tidur hingga insomnia (halodoc.com).