Literasi dan Teknologi Era Modern Saat Ini
Tulisan dari Aulia Agustin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) arti kata literasi adalah kemampuan dan kemauan individu dalam bahasa yang mencakup membaca, menulis, berbicara, menghitung serta memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan arti kata teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan bagi kelangsungan hidup manusia.
Tidak dapat dipungkiri bahwa generasi saat ini, bergantung pada teknologi, bahkan tidak bisa hidup tanpa teknologi. Contohnya, handphone yang sering kita jumpai di mana mana. Ketika orang disuruh memilih antara ketinggalan handphone atau dompet, tanpa pikir panjang pasti menjawab ketinggalan dompet. Hal tersebut menunjukkan rating handphone sangat dominan bagi semua orang. Dibuktikan data dari GSMA Intelligence menunjukkan ada 370,1 juta koneksi seluler di Indonesia pada awal tahun 2022 kata Simon Kemp selaku penulis laporan Data Reportal.
Berikutnya, berbicara tentang literasi banyak yang mengira bahwa literasi sudah pasti berhubungan dengan buku atau teori seperti mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Hal tersebut tidak benar, literasi disini cangkupannya luas. Dalam era globalisasi ini, kita dituntut supaya melakukan perubahan ke arah yang lebih modern, ambil yang baik dan berguna bagi kita serta hindari pada sesuatu yang dapat merugikan kita. Pada era ini memungkinkan kita ke sesuatu yang serba digital, hal tersebut sampai pada ranah literasi yang berbunyi “ Literasi Digital “.
Digital literasi adalah kemampuan seorang individu dalam menggunakan teknologi. Tidak hanya mampu membaca informasi pada media digital, akan tetapi seorang individu mampu mencari, mengidentifikasi, serta mengevaluasi suatu informasi yang telah didapatkan.
Dilihat dari permasalahannya, Apakah sumber daya manusia di Indonesia sudah siap untuk menghadapi digital literasi? mengingat masih banyak masyarakat di Indonesia yang belum bisa menerima munculnya sumber sumber digital karena masih beranggapan negatif tentang sumber sumber yang berbau kebohongan atau hoaks.
Seiring mudahnya informasi pada akses melalui digital, semakin malas masyarakat untuk melakukan cek kembali mengenai sumber sumber informasi yang mungkin dinilai kurang jelas, dan ini salah satu alasan berita hoaks di Indonesia masih banyak tersebar secara gemblang.
Masih perlu adanya tindakan untuk meningkatkan budaya literasi kepada masyarakat di Indonesia mengingat pentingnya hal tersebut agar terhindar dari beberapa sumber berita hoax. Dilihat dari banyaknya berita hoax tersebar di berbagai platform dan banyak menimbulkan dampak negatif terutama pada sistem pendidikan di Indonesia urgent serta pemerintah perlu menerapkan kepada masyarakat Indonesia tentang digital literasi.
Penerapan literasi dalam era modern ini sangat cocok dilakukan terutama pada generasi muda yang termasuk ke dalam power of change, perubahan zaman menjadi tuntutan masyarakat luas penting dalam memahami berbagai digital modern, salah satunya hal yang paling mendesak untuk diterapkan karena budaya literasi di Indonesia yang dilihat lihat sekarang semakin luntur. Literasi yang dimaksud tidak hanya membaca buku ataupun membaca informasi pada media digital, akan tetapi juga bisa diartikan sebagai cara seseorang dalam membaca, memahami, mengidentifikasi serta mengevaluasi suatu hal agar tidak salah dalam memahami sesuatu.
Terdapat beberapa manfaat dari adanya literasi digital :
1. Memperoleh dan memperoleh informasi secara cepat serta up to date (terbaru). Misalnya, Jika kita ingin mengetahui jadwal keberangkatan kereta, kita tidak perlu mengunjungi stasiunnya. Informasi jadwal keberangkatan dapat dengan praktis kita akses menggunakan aplikasi maupun situs web di internet.
2. Memperkaya keterampilan. Penggunaan internet di era digital ini bisa membuat seseorang belajar dan melatih keterampilan. Misalnya, Apabila ingin membuat kue dengan menggunakan teknik-teknik tertentu, kita bisa mudah melihat tutorialnya melalui YouTube, serta dapat menghemat waktu dan efisien.
3. Memperluas jaringan. Dalam hal ini seseorang bisa mencari dan menambah teman baru dari berbagai wilayah, maupun Negara lain pada belahan dunia ini melalui media social. Misalnya, Pemakaian aplikasi Facebook, twitter, dan lain-lain.
Dari beberapa manfaat tersebut, dapat disimpulkan bahwa zaman menuntut kita untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih modern. Terapkan sesuatu yang baik dan berguna bagi kita serta hindari pada sesuatu yang dapat merugikan kita, sehingga tercapai keseimbangan dan keselarasan serta tidak tertinggal zaman. Apabila dua hal tersebut literasi dan teknologi digunakan dengan tepat, akan menimbulkan dampak positif bagi penggunanya. Sebaliknya apabila dua hal tersebut digunakan pada hal yang negatif, akan berimbas pula bagi para penggunanya. Jadilah generasi cerdas yang dapat mengoptimalkan segala perubahan yang ada dengan respon yang kritis serta realisasi pada kehidupan sehari-hari untuk menunjang kemajuan negeri ini.

