Pengaruh Eksistensi Kpop di Era Globalisasi

Mahasiswa Antropologi FISIP Universitas Airlangga
Konten dari Pengguna
22 Mei 2022 10:12
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Amalia Nurfaizatul Z tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengaruh Eksistensi Kpop di Era Globalisasi (23706)
zoom-in-whitePerbesar
by: Amalia
ADVERTISEMENT
Era globalisasi yang semakin berkembang maju dari tahun ke tahun telah membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Salah satunya terjadi pada proses penyebaran budaya. Budaya sendiri bersifat dinamis dan berkembang mengikuti perubahan zaman. Tak dapat dipungkiri lagi perkembangan teknologi pada era globalisasi ini memberikan pengaruh dimana budaya luar bisa dengan mudah masuk. Salah satunya budaya yang paling populer saat ini adalah budaya Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
Perkembangan budaya Korea saat ini didominasi oleh karya musik yang dikenal dengan Kpop. Budaya Kpop sendiri menyuguhkan penampilan dari boyband dan girlband, seperti BTS, EXO, Blackpink, Red Velvet, Twice, NCT 127, dsb. Mereka mengenalkan budaya Korea lewat karya musik dan tarian modern, sehingga dinilai mampu menarik perhatian berbagai kalangan.
Karya musik yang dihasilkan menyebar luas ke berbagai penjuru dunia dengan didukung modernisasi teknologi informasi yang ada. Semakin maju era globalisasi, maka semakin maju pula kualitas musik Kpop. Hal ini telah dibuktikan dengan peningkatan jumlah streaming musik Kpop di berbagai platform streaming musik digital, seperti Spotify, Apple Music, Joox, YouTube Music, dsb.
Peningkatan kualitas musik Kpop membawa banyak pengaruh. Agensi entertainment Korea berlomba-lomba meningkatkan kualitas musik mereka untuk menguasai pasar hiburan dunia. Suguhan musik Kpop yang dihasilkan para musisi akan dikemas sedemikian menariknya. Semakin hari semakin banyak penyanyi solo maupun grup musik yang didebutkan oleh agensi hiburan.
ADVERTISEMENT
Dengan kecanggihan teknologi di era modern terdapat beberapa agensi sampai meluncurkan aplikasi buatan mereka sendiri, seperti aplikasi “Weverse” buatan Hybe Corporation yang digunakan sebagai platform komunikasi antara artis dengan penggemar, tentu aplikasi tersebut mampu membawa keuntungan bagi pihak agensi.
Penyebaran musik Kpop di seluruh dunia mendorong para musisi dunia ikut serta meningkatkan kualitas musik mereka, tidak jarang para musisi dunia menawarkan kolaborasi kepada musisi Kpop. Hal tersebut terlihat dari banyaknya kolaborasi musisi dunia dengan musisi Kpop, seperti kolaborasi Blackpink dengan Lady Gaga, BTS dengan Coldplay,dsb.
Disamping itu, pesatnya perkembangan musik Kpop mendorong para penggemarnya untuk menciptakan komunitas mereka yang disebut fandom (fans kingdom) sebagai wadah aktivitas para penggemar. Para penggemar biasanya bertukar informasi tentang Kpop ataupun merchandise Kpop, seperti album musik, photocard, dan lightstick. Hal tersebut dapat membawa pengaruh terhadap konsumerisme penggemar. Banyak penggemar berlomba- lomba mendapatkan merchandise tersebut sebagai wujud ketertarikan dan dukungan terhadap musisi idola mereka. Penjualan merchandise Kpop itu pun juga mampu membuka peluang bisnis online di kalangan penggemarnya.
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, pesatnya perkembangan musik Kpop di era globalisasi sejatinya didukung kemajuan teknologi informasi telah membawa banyak pengaruh bagi berbagai negara di dunia maupun di Korea sendiri. Ketertarikan terhadap musik Kpop saat ini memang tidak dapat dihindari lagi, sudah banyak peningkatan kualitas dari musik Kpop, disamping musiknya yang terdengar enak ternyata banyak pengaruh sekaligus peluang yang dibawanya.
Referensi :
Larasati, D. (2018). Globalisasi Budaya dan Identitas : Pengaruh dan Eksistensi Hallyu ( KoreanWave ) versus Westernisasi di Indonesia Dinda Larasati Universitas Muhammadiyah Malang Kebudayaan merupakan konsep fundamental dalam disipilin ilmu antropologi . E . B Taylor , sala. 1, 109–120.
Nuryanto, & Oktaviani, F. (2020). Pemanfaatan Instagram sebagai media komunikasi komunitas kpop (studi kasus pada komunitas kpop BLINK pada akun @reaction_blackpink). Visioner: Jurnal Penelitian Komunikasi, 2(1), 239–248.
ADVERTISEMENT
Putri, K. A., Amirudin, A., & Purnomo, M. H. (2019). Korean Wave dalam Fanatisme dan Konstruksi Gaya Hidup Generasi Z. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 14(1), 125. https://doi.org/10.14710/nusa.14.1.125-135
Suharni, S. (2015). Westernisasi Sebagai Problema Pendidikan Era Modern. Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 1(1), 73–88. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v1i1.255
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020