Konten dari Pengguna

Ketika Fashion Ukuran Kecil Jadi Peluang Besar

M Lidinia Husni

M Lidinia Husni

Pengajar art ,craft dan fashion. Pendiri Satudivisi Creative House dan Bluwerks Upcycle Studio.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari M Lidinia Husni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Poto : instagram @petitecupcakes.official
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Poto : instagram @petitecupcakes.official

Dalam pembahasan tentang inklusi di dunia fashion, perhatian sering tertuju pada plus-size, busana adaptif, atau desain netral gender. Namun ada satu kelompok yang kerap terabaikan: perempuan dengan tubuh petite. Padahal, tantangan mereka dalam menemukan pakaian yang pas tak kalah nyata.

Ukuran XS yang ditawarkan brand global belum tentu proporsional untuk postur tubuh Asia—lengan sering terlalu panjang, bahu melorot, atau celana harus digulung berlapis-lapis. Sering kali, pilihan pakaian yang benar-benar sesuai juga dijual dengan harga premium.

Dari Kebutuhan Spesifik ke Peluang Pasar

Fenomena ini menunjukkan bahwa inklusi dalam fashion tidak selalu tentang merangkul ukuran besar, melainkan juga menyediakan pilihan bagi kelompok tubuh yang terpinggirkan. Pasar petite di Indonesia, misalnya, masih minim pemain, padahal jumlah konsumennya tidak sedikit.

Pendekatan ini menegaskan pentingnya customer-centric product development—desain berbasis kebutuhan nyata, bukan sekadar mengikuti tren. Perancangan potongan khusus, seperti panjang lengan, lebar bahu, atau panjang celana, bisa menjadi solusi yang membangun loyalitas.

Dijalankan oleh Tiga Perempuan dengan Peran Spesifik

Ira bertanggung jawab atas produksi, memastikan potongan presisi dan kualitas tetap terjaga. Cherries mengelola penjualan dan keuangan. Sementara Juliana sebelumnya menangani kanal digital seperti website dan marketplace.

Untuk menjaga kualitas, setiap desain dimulai dari pembuatan sampel. Model tersebut diuji coba oleh tim, diperbaiki sesuai hasil pemakaian, dan hanya setelah lolos uji kenyamanan dan potongan, barulah diproduksi dalam jumlah terbatas. Proses ini memastikan setiap produk tak hanya pas, tapi juga nyaman dan layak jual.

Produk Petite Cupcakes kini tersedia di Lost and Found Shoppe, serta melalui platform marketplace. Sebelumnya, mereka juga pernah hadir di The Goods Dept, Brightspot market, dan beberapa butik independen seperti Localstrunk dan Happy Go Lucky.

Poto dokumentasi M Lidinia Husni diambil Juni 2022

Ceruk Pasar yang Kuat

Brand yang fokus pada niche market sering kali berhasil membangun komunitas pelanggan yang setia. Ketika konsumen merasa benar-benar “didengar” oleh produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka, kepercayaan pun tumbuh. Ceruk pasar mungkin sempit, tetapi nilai yang diciptakan justru lebih dalam.

Inklusi Sebagai Nilai, Bukan Sekadar Tren

Tren fashion inklusif sejatinya bukan hanya soal estetika, melainkan juga empati. Memberikan pilihan untuk tubuh-tubuh kecil adalah bagian dari keberagaman yang sering luput dari perhatian industri. Inklusi seperti ini bukan sekadar etis, melainkan strategi bisnis yang relevan.

Dalam dunia fashion, setiap tubuh pantas memiliki ruang dan pilihan. Ceruk pasar, seperti busana petite, membuktikan bahwa inklusi—dalam bentuk apa pun—bisa menjadi jalan untuk membangun brand yang lebih tahan lama dan bermakna.

Karena sejatinya, fashion yang mendengar adalah fashion yang bertahan.