Tangan Terima Kasih: Merajut Solidaritas Melalui Jahitan dan Surat

Pengajar art ,craft dan fashion. Pendiri Satudivisi Creative House dan Bluwerks Upcycle Studio.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari M Lidinia Husni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah arus industri yang serba cepat dan instan, ada satu gerakan sunyi namun bermakna besar: Tangan Terima Kasih, sebuah inisiatif personal dan kolektif yang digagas oleh seniman tekstil Ruth Priscilla, atau lebih dikenal sebagai RudeRuth.
Dimulai sejak 2021, gerakan ini lahir dari keresahan sekaligus harapan. Ruth membuka ruang bagi siapa pun untuk menulis surat kepadanya—surat yang berisi cerita, apresiasi, atau rasa terima kasih. Surat itu bukan hanya dibaca, tapi juga dijadikan inspirasi untuk menciptakan karya personal yang disulam langsung pada pakaian lama milik si penulis surat. Inilah bentuk upcycle paling emosional: menjahit ulang hubungan antara manusia, memori, dan material.
Surat, Self-Healing, dan Karya yang Penuh Arti
Bagi Ruth, menulis surat adalah bentuk self-healing, sementara menyulam adalah cara ia merespons. Lewat proyek ini, ia menunjukkan bahwa crafting bukan sekadar kegiatan tangan, tapi ruang relasi yang intim dan bermakna. Pakaian lama yang nyaris dibuang diberi napas baru, kini bercerita kembali lewat benang, manik, dan detail personal.
Tak hanya menciptakan karya handmade yang unik, gerakan ini juga membawa misi besar: mengurangi limbah tekstil dan mendukung brand lokal milik perempuan Indonesia. Setiap volume proyek ini—yang kini sudah memasuki volume ketiga—selalu punya tujuan sosial. Mulai dari mendukung jenama lokal, hingga menyalurkan donasi ke Yayasan Rumah Bayi Bali.
Seni, Empati, dan Keberlanjutan
Pada Tangan Terima Kasih Vol. 3, Ruth bahkan berkolaborasi dengan @ecotouch_id untuk membuka dropbox daur ulang pakaian di studionya. Proyek ini bukan hanya tentang baju bekas yang dipermak, tapi tentang menghidupkan kembali nilai, mengenang dengan bijak, dan memberi dengan penuh kasih.
Gerakan ini mengajarkan kita satu hal sederhana namun dalam: bahwa ketika kamu terima, maka kamu juga kasih. Bukan hanya pada sesama manusia, tapi juga pada bumi yang kita pijak.
Dari Jahitan Lahir Jaringan Solidaritas
Tangan Terima Kasih adalah bukti bahwa seni bisa menjadi jembatan yang menyentuh hati dan menggugah kesadaran. Ruth Priscilla tak hanya menciptakan baju, tapi pengalaman—yang menjahit kembali keterhubungan, kepedulian, dan harapan.
Di dunia yang penuh distraksi, karya yang sarat makna seperti ini mengingatkan kita bahwa tangan bukan hanya untuk memegang… tapi juga untuk memberi, menyulam, dan memeluk sesama.
