Konten dari Pengguna

Aplikasi Dating: Harapan dan Kekhawatiran

Lidya Nabila Rozak

Lidya Nabila Rozak

Mahasiswi Ilmu Komunikasi - Universitas Satya Negara Indonesia (USNI)

ยทwaktu baca 4 menit

Tulisan dari Lidya Nabila Rozak tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penggunaan aplikasi dating: Canva.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penggunaan aplikasi dating: Canva.

Aplikasi Dating yang digunakan oleh banyak orang untuk mencari jodoh dan teman baru, kini aplikasi dating juga dapat menimbulkan dampak negatif diantaranya yaitu berpengaruh terhadap kesehatan mental, rasa percaya diri seseorang, bahkan juga dapat merenggut nyawa seseorang.

APLIKASI DATING

Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat, dimana kebutuhan manusia telah banyak dibantu oleh teknologi. Teknologi tidak hanya membantu manusia dalam bekerja, komunikasi dan informasi, namun juga membantu manusia dalam mencari pasangan hidup dengan menggunakan aplikasi dating online. Aplikasi ini mempertemukan individu yang satu dengan yang lain untuk saling berkomunikasi dan membentuk hubungan, baik teman, sahabat, maupun pasangan hidup.

Aplikasi dating online adalah platform yang populer di tengah kehidupan masyarakat modern, dimana penggunanya dapat mendapatkan teman baru, pasangan, atau hanya sekedar teman untuk mengobrol. Berkenalan dengan orang baru dapat dimulai dengan melihat identitas masing-masing dan memulai obrolan di fitur chat. Contoh aplikasi dating yang marak digunakan yaitu Tinder, Bumble, Omi, dan sebagainya.

KEJAHATAN DALAM APLIKASI DATING

Aplikasi dating sering digunakan untuk hal-hal yang baik, namun bagaimana jadinya jika disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertangggungjawab. Pengguna yang tidak berhati-hati akan menjadi sasaran bagi penjahat dunia maya. Kejahatan yang dilakukan dapat berupa pelecehan seksual, penipuan, bahkan pembunuhan. Dalam konteks ini, lebih sering wanita yang menjadi korban daripada pria. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa pria juga dapat menjadi korban atas kejahatan tersebut.

Kejahatan dalam dunia maya khususnya aplikasi dating bermula dari pelaku yang mencari targetnya dan berkenalan dengan korban. Pelaku akan memulai obrolan dengan korban menggunakan topik yang disukai korban. Pelaku akan terus-menerus melakukan obrolan agar korban merasa nyaman dan dekat, seolah-olah pelaku dapat menjadi teman obrolan ataupun pasangan hidupnya. Setelah itu, ada kemungkinan bahwa pelaku dan korban dapat bertemu dalam dunia nyata. Karena pada kenyataannya, hubungan melalui media sosial dapat berlanjut dalam dunia nyata jika keduanya merasa saling nyaman satu sama lain.

Ilustrasi seorang perempuan menjadi korban atas kejahatan melalui aplikasi dating: Canva.

Dalam kasus pelecehan seksual, pelaku akan melakukan kejahatannya secara langsung ataupun online. Pelaku akan minta bertemu secara langsung dengan korban yang sudah merasa nyaman dengan cara membujuknya. Setelah korban menerima ajakannya dan mereka bertemu. Maka, pelaku akan melakukan tujuannya baik secara paksa ataupun dengan mengajak perlahan untuk meminta korban melakukan hal yang tidak senonoh bersama pelaku. Jika korban tidak menerima ajakannya maka pelaku akan mengancam korban atau bahkan memaksa dengan kekerasan. Jika pelaku melakukan secara online, maka pelaku akan mengirimkan pesan berupa suara ataupun video yang tidak senonoh kepada korban.

Dalam kasus penipuan, pelaku akan memanipulasi korban mengenai bisnisnya dan mengajak untuk bekerja sama atau bahkan investasi. Pelaku melakukan kejahatannya jika sudah memiliki hubungan yang pasti dengan korban. Bahkan, pelaku mengajaknya dengan iming-iming bahwa ini untuk masa depan mereka setelah menikah. Korban yang sudah tertipu dan percaya dengan pelaku, akan menerima ajakannya. Bahkan tidak peduli jika korban mengeluarkan sejumlah uang untuk pelaku. Setelah mendapatkan keinginannya, maka pelaku akan menghilang dari aplikasi dating tersebut, menghapus media sosialnya dan menghilang dari korban.

Dalam kasus pembunuhan, pelaku bermula berteman dengan korban dan mendekatinya. Setelah memiliki hubungan yang cukup dekat dengan korban, maka pelaku akan meminta korban untuk bertemu secara langsung atau tatap muka, dimana korban sudah percaya dan merasa nyaman dengan pelaku. Dalam konteks ini, pelaku dapat melakukan pembunuhan secara sendiri ataupun bersama orang lain. Biasanya, pelaku akan meminta bertemu di tempat yang sepi ataupun pribadi seperti hotel. Pelaku dan temannya sudah menyiapkan segala hal untuk membunuh korban. Motif pembunuhan dalam hal ini biasanya karena ingin merampas harta korban.

Kejahatan di atas pernah terjadi oleh salah seorang pria bernama Rinaldi Harley Wismanu yang dimutilasi pada bulan September 2020. Jasadnya ditemukan di Apartemen Kalibata City. Pembunuhan sadis tersebut dilakukan oleh LAS (27) dan DAF (26) yang berstatus pacaran. Berkenalan melalui aplikasi kencan LAS dan korban saling mengenal cukup lama. Keduanya sudah menjalin komunikasi sejak lama lewat aplikasi kencan online, Tinder. DAF berperan sebagai eksekutor pembunuhan sekaligus memutilasi korban. Sedangkan, LAS bertugas mengajak korban untuk bertemu di sebuah apartemen di bilangan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Motif kedua pelaku yaitu ingin merampas harta korban. Kedua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman pidana hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun, serta Pasal 338 dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

Jika anda atau orang sekitar anda menjadi korban atas kejahatan di atas, maka tindakan yang bisa dilakukan yaitu:

  1. Meminta pelaku pelecehan seksual berhenti, menyimpan barang bukti (foto, video, dan suara), memutuskan komunikasi dengan pelaku, melakukan konsultasi psikologis, melaporkan pelaku ke platform digital terkait, dan saat melapor ke jalur hukum petakan risiko.

  2. Jika mengalami penipuan, hubungi call center aplikasi m-banking terkait untuk pengaduan dan penyelesaian serta laporkan kepada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dengan membawa bukti-bukti.

  3. Jangan menerima ajakan untuk bertemu secara langsung oleh orang asing. Jika memang perlu bertemu, cari tempat yang ramai atau tempat yang kita dan keluarga berada. Sehingga dapat meminimalisir kejahatan yang mungkin terjadi.